MAKASSAR CITY

Meresahkan, Kendaraan yang Gunakan Bahu Jalan untuk Parkir dan Bongkar Muat Ditertibkan

Meresahkan, Kendaraan yang Gunakan Bahu Jalan untuk Parkir dan Bongkar Muat Ditertibkan

 

MAKASSAR, Upeks.co.id — Tim terpadu dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR Provinsi Sulsel dan Kota Makassar beserta Camat Rappocini dan Lurah Tidung melakukan penertiban kendaraan bertonase besar yang menggunakan bahu jalan untuk parkir dan bongkar muat di Jalan Yusuf Dg Ngawing.

Selain itu, tim juga menertibkan PK-5 yang banyak berjualan di area tersebut sehingga mengganggu pengguna jalan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Sulsel, Mudjiono mengemukakan, operasi penertiban dilakukan Selasa, (16/2) sekitar pukul 15.00 wita setelah sebelumnya digelar rapat membahas permasalahan yang ada.

“Jadi kami turun melakukan penertiban karena adanya keluhan masyarakat. Termasuk pengguna jalan yang merasa tidak nyaman karena banyak kendaraan bertonase besar dan pengangkut material serta mobil tangki LPG yang menggunakan bahu jalan untuk bongkar muat dan parkir. Termasuk PK-5 yang berjualan dibahu jalan di sana, ” ungkap Mujiono.

Dalam penertiban, tim terpadu memberi teguran ketas dan tenggat waktu kepada kendaraan yang kerap bongkar muat dan parkir dan PK-5 untuk membersihkan area.

Sebelum menggelar penertiban, pihak pemerintah kota sudah memberikan teguran baik secara lisan maupun tulisan untuk tidak lagi menggunakan bahu jalan.

Meresahkan, Kendaraan yang Gunakan Bahu Jalan untuk Parkir dan Bongkar Muat Ditertibkan

Pada kesempatan itu, tim terpadu juga memberi teguran kepada pihak JNE yang memarkir kendaraan, termasuk mobil pengangkut barang sembarang. Termasuk kerap menggunakan bahu jalan.

“Kami kasih tenggat waktu tiga hari untuk kendaraan yang kerap parkir agar mengosongkan bahu jalan. Sementara untuk PK-5, diberi waktu seminggu, ” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel, Abdul Azis Bennu yang ikut dalam operasi penertiban sangat menyayangkan banyaknya kendaraan pengangkut material yang kerap parkir di sana sehingga menimbulkan kemacetan.

Menurut dia, saat penertiban, ditemukan sejumlah kendaran bertonase besar yang kerap parkir di sana menggunakan bahu jalan. Termasuk mobil tangki pengangkut LPG bertonase besar.

“Itu sudah kami berikan teguran dan meminta mereka untuk tidak lagi parkir di sana. Dalam tiga hari sudah harus steril, ” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muh Arafah menegaskan pihaknya akan selalu mendukung penertiban yang dilakukan tim terpadu untuk kenyamanan warga khususnya bagi para pengguna jalan.

“Kami senantiasa memback up operasi penertiban yang dilakukan tim terpadu, khususnya yang mengganggu arus lalu lintas,” tegasnya.

Ke depan, tidak menutup kemungkinan operasi sejenis juga dilakukan di tempat lain yang dinilai memang perlu ditertibkan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top