Masa Tanggap Darurat Gempa di Majene Berakhir 4 Februari

  • Whatsapp
Masa Tanggap Darurat Gempa di Majene Berakhir 4 Februari

MAJENE, UPEKS.co.id—Masa tanggap darurat penanganan korban gempa bumi di kabupaten Majene, Sulawesi Barat dinyatakan berakhir pada 4 Februari 201, dan selanjutnya akan dilanjutkan transisi darurat ke pemulihan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, Sirajuddin menjelaskan Sebelumnya, masa tanggap darurat direncanakan berakhir pada 28 Januari 2021.

Bacaan Lainnya

Namun, berdasarkan hasil rapat masih diperlukan penanganan tanggap darurat pasca bencana, sehingga dilakukan perpanjangan

Hingga hari ini 2 Februari masuk masa tanggap darurat, sudah diperpanjang sampai 4 Februari 2021, sebelumnya sampai 28 Januari. Untuk masa tanggap darurat ini ada hal-hal penting dilaksanakan Satgas penanggulangan bencana, pertama evakuasi, pendistribusian logistik.

Selanjutnya memberikan pelayanan keamanan serta pelayanan medis kepada para pengungsi, ini semua sudah kita laksanakan semaksimal mungkin, jelas Sirajuddin yang juga Jubir Satgas Penanggulangan Bencana, kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Kemudian kata Sirajuddin, hal-hal lain yang mungkin belum tertangani, tetap akan dilakukan pada masa tanggap
darurat ini. Selanjutnya akan masuk pada periode transisi darurat ke pemulihan untuk penanganan dampak gempa
Majene.

“Kami sudah melakukan pendataan kerusakan, khususnya kerusakan pemukiman, sampai saat ini adaa sekitar 6.782 rumah yang rusak, didalamnya ada kategori rusak beraat, sedang dan ringan, dan pendataan ini maasih berlanjut. Kemudian jumlah pengungsi yang awalnya sekitar 29 ribu, sekarang sisa 17 ribuan orang, sebagian juga sudah kembali kerumahnya masing-masing,”ungka Sirajuddin.

Sirajuddin menambahkaan, terkait dengan gempa sendiri sampai hari ini sudah ada 48 kali gempa, pertama 5,9, kemudian disusul gempa magnitude 6,2, selanjutnya menurut informasi BMKG gempa selanjutnya yaitu mulai pada posisi 2,7 hingga magnitude 4,4 adalah gempa susulan.

“Kategori gempanya karena ini susulan pada posisi 2 hingga 4 maginitudo, kecendrungannya untuk merusak itu kecil. Makanya kita segera akan melakukan evaluasi untuk mengambil keputusan, seperti apa pengungsi, apa mereka diimbau kembali ke rumah masing-masing, kemudian kita inventaris kembali berapa kepala keluarga yang tidak bisa kembali kerumahnya, karena rusak berat,”pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 1401 Majene, Letkol Inf.Yudi Rombe selaku Dan Tim Satgas Penangggulangan Bencana Majene menjelaskan, untuk menanganan lokasi longsor di beberapa titik di Kecamatan malunda dan Ulumanda, sudah tertangani.

“Jadi sampai hari ini sudah ada 3 titik longsor yang sudah terselesaikan, tinggal 2 titik lagi yang saat ini pada tahap pembersihan, artinya beberapa lokasi longsor sudah bisa dilalui kendaran, saya berharap sebelum 4 Februari 2 titik ini sudaah selesai. Untuk pembersihan kami melibatkan anggota TNI, Dinas PUPR Provinsi dan PUPR Kabupaten,”kata Dandim (Alim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *