SULBAR - SULTRA

Ketua Gapensi Sultra Minta Kadis PUTR Dievaluasi

Ketua Gapensi Sultra Minta Kadis PUTR Dievaluasi
KOLAKA,UPEKS–Ketua Gapensi Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) Ivan Dharmawan melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kolaka Sultra, (26/2/21). Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tergabung dalam Koalisi Kontrol Kolaka.
Dalam aksinya Ketua Gapensi Sultra dihadapan sejumlah anggota dewan yang menerimanya, meminta agar Bupati Kolaka H Ahmad Safei segera melakukan evaluasi terhadap jabatan Arifi Jamal selaku Kepala Dinas (Kadis) Pekejaan Umum dan Tata Ruang(PUTR) Kolaka.
Pasalnya kata Ivan, penempatan Arifin selaku Kadis PUTR sangatlah tidak tepat, karena background Arifin adalah seorang sarjana pemerintahan.
“Kami minta Bupati Kolaka segera melakukan evaluasi terhadap terhadap Arifin Jamal selaku Kadis, karena tidak sesuai dengan disiplin ilmunya,”pinta Ivan saat ditemui media ini(27/2/21) di kediamannya.
Selain itu Ivan juga mengungkapkan terkait adanya seorang kontraktor yang diloloskan untuk memenangkan tender pekerjaan perkuatan tebing(bronjong) sungai Lamekongga baru beberapa bulan saja pekerjaan itu selesai dikerjakan tetapi sudah runtuh. Pada hal pekerjaan itu telah menelan anggaran sekira Rp 900 juta lebih.
“Aksi kami itu untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa penempatan Arifin selaku Kadis PUTR sangatlah tidak tepat. Kami menilai Arifin tidak memiliki kemampuan dalam memimpin instansi Dinas PUTR Kolaka,”ujar Ivan.
Sementara Kepala Dinas PUTR Kolaka Arifin Jamal ditemui media pada(27/2/21) dikonfirmasi terkait tudingan Ketua Gapensi Kolaka Ivan Darmawan. Arifin menjelaskan bahwa terkait penempatan dirinya sebagai Kadis PUTR, sudah melalui mekanisme, dengan melalui proses lelang jabatan.
“Saya rangking tiga dalam proses asesmen pada lelang jabatan pada dinas tersebut,”kata Arifin
Selanjutnya kata Arifin terkait masalah pekerjaan bronjong tebing sungai Lamekongga yang rusak setelah baru beberapa bulan selesai dikerjakan. Ia menjelaskan pekerjaan itu dikerjakan oleh salah satu perusahaan selaku pemenang tender pekerjaan itu.
Meski demikian kata Arifin dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan tanggapan terkait proses siapa pemenang tender pekerjaan tersebut. Karena mulai dari proses pendaftaran, sampai pada proses tender selesai dilaksanakan semuanya secara online. Dan yang memiliki kewenangan melaksanakan tender itu adalah Unit Layanan Barang dan Jasa(ULBJ) Pemda Kolaka.

“Jadi nanti setelah ada pemenang tender barulah diberitahukan kepada kami selaku intansi teknik. Selanjutnya kami buatkan kontrak kepada perusahaan yang telah memenangkan tender pekerjaan itu,”ujar Arifin.
Bilamana dalam perjalanannya pekerjaan bronjong tebing sungai Lamekongga itu ternyata baru beberapa bulan selesai dikerjakan tetapi sudah mengalami kerusakan.
“Berdasarkan laporan yang ditandatangani Lurah dan Camat Wundulako bahwa jatuhnya bronjong itu diakibatkan faktor alam banjir sehingga terjadi longsor mengakibatkan tebing sungai longsor sehingga bronjong jatuh,”kata Kadis.
Tetapi kerusakan bronjong itu masih dalam status pemeliharaan. Sehingga tidak perlu dikuatirkan, karena pihak kontraktor yang mengerjakan, itu ada uang jamainan tersimpan di bank sebesar 5 persen dari total anggaran proyek tersebut.
“Jadi kalau pekerjaan itu rusak maka pihak yang mengerjakan proyek bertanggungjawab untuk memperbaiki atau membangun kembali. Dan itu sudah dilaksanakan oleh pihak perusahaan,”ujar Kadis.(pil)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top