DPRD dan Pemda Rapat, Pasca Terbitnya SK Non Job Sekwan DPRD Takalar

  • Whatsapp
DPRD dan Pemda Rapat, Pasca Terbitnya SK Non Job Sekwan DPRD Takalar

TAKALAR,UPEKS.co.id—Legislator DPRD Takalar Rapat Gabungan Komisi dan Fraksi dengan pihak pemerintah pasca terbitnya surat keputusan Bupati tertanggal (16/2/21) membuat legislator segera melakukan klarifikasi.

Pihak Legislator langsung memanggil dan klarifikasi pada Pemda menghadirkan sekda Drs HM Arsyad Tabah, Kepala BKD Rahmansyah,Kepala Inspektorat Yahe.

Bacaan Lainnya

Pihak legislatif hadir, Ketua DPRD Takalar H Darwis Sijaya (PKS) Hairil Anwar (PKS),Bakrie Sewang (PAN),H Andi Nooer Zaelan (PDIP),H Nassa (PKB),H Nurdin (PBB)Johan Nojeng.

Salah satu agenda rapat pimpin DPRD Takalar, terbitnya SK Bupati tgl (16/2/21). Salah satu poin, H Abbas Tola di non job sebagai eselon 2 jadi guru salah satu SMP Negeri 3 Marbo.

Dalam rapat pimpinan DPRD Takalar dipimpin Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya. Sementara itu, Darwis Sijaya sesaat sebelumnya, memberi kesempatan para pimpin fraksi dan pihak Pemda Takalar.

Darwis Sijaya mengatakan, jika ingin melakukan mutasi, jangan langsung didemosi dari pejabat eselon 2 langsung kembali jadi guru di salah satu SMP d Takalar.

“Walaupun Pak sekwan H Abbas Tola latar belakang dari pendidkan, jangan langsung dimatikan kariernya,” tegas Ketua DPRD Takalar.

Pihak Pemda diwakili sekertaris Sekda Takalar, Drs H Arsyad Tabah mengatakan, dinonjobkannya sekwan itu sudah sesuai dengan prosedur berdasarkan PP 53 tahun 2010.

“Berdasarkan rapat 23 Januari, kita sudah punya kesepakatan dan sekwan harus diberikan tenggang waktu sepekan untuk memperbaiki laporan pertanggung jawaban, namun limit waktu diberikan tidak bisa dilakukan”ujar Sekda Takalar.

Ketua Fraksi Hebat Ir Andi Noor Zaelan mengatakan bahwa Pemda tidak serta merta melakukan mutasi atau demosi khususnya Pejabat sekwan DPRD Takalar ada aturan yang mengatur.

“Regulasi yang mengatur adalah PP 18 Tahun 2016 mutasi sekwan lebih awal di konsultasi denga Unsure pimpin DPRD jangan asal mutasi” tegas Legislator PDIP Andi Noor Zaelan, Kamis (24 /2/21) di Ruang Bamus DPRD Takalar.

Lanjut kata Andi Ellan , Demosi terhadap.H Abbas Tola kembali jadi guru SMP Di kabupaten Takalar,itu sangat disayangkan,.

“Jadi saya harap kepada pihak Pemda agar kita duduk bersama untuk membicarakan soal sekwan DPRD dan SK tersebut kita tolak” terangnya.

Legislator PBB, Johan Nojeng juga mengatakan kasus tetap kita konsultasikan kepada Pemda dan kembali membicarakan, kalau perlu pak sekwan H Abbas Tola langsung ketemu Bupati.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Komisi 1 DPRD Takalar H Nurdin. Menurutnya, saat ini kita sepakat para Unsure ketua pimpinan DPRD untuk menolak SK tersebut, sambil dikoordinasikan Pemda dan kita duduk bersama.

Berakhir dengan penegasan pimpinan DPRD, Darwis Sijaya, disepakati sementara SK kita tolak, kemudian kita duduk bersama bicarakan soal itu.

Pasca dinonjobkan,H Abbas Tola sebagai sekwan, hingga saat ini belum ada penggantinya, sebab proses penggantian sekwan DPRD tidak sama dengan pergantian OPD lain, tapi ada pengecualian. (Jahar).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *