Camat Alla Tegaskan, Akan Tutup Sementara Tambang Galian C Milik H Muchlis

  • Whatsapp
Camat Alla Tegaskan, Akan Tutup Sementara Tambang Galian C Milik H Muchlis
TAMBANG. Camat Alla Zulkifli bersama wartawan saat dikonfirmasi mengenai tambang galian C milik H Muchlisyang diduga beroperasi di atas tanah sengketa. (Foto: Sry)

ENREKANG,UPEKS.co.id —Terkait tambang galian C yang beroperasi di atas tanah sengketa antara Jumriati dengan Isa banyak menuai sorotan publik.

Di atas tanah sengketa di Desa Pana, Kecamatan Alla saat ini terjadi aktivitas penambangan yang dilakukan oleh H. Muchlis.

Bacaan Lainnya

Selain itu kasus ini telah dimediasi di tingkat Polres dengan mempertemukan Jumriati sebagai pemilik lahan yang saat ini dalam sengketa dengan pihak H. Muchlis selaku pemilik tambang galian C.

Dalam pertemuan tersebut lahir kesepakatan agar dilakukan proses pengembalian batas dengan menghadirkan pihak terkait yakni BPN.

Menyikapi hal tersebut, Camat Alla, Zulkifli mengatakan telah menyampaikan kepada Aparat Desa Pana untuk menutup sementara aktifitas tambang galian C tersebut sampai terbit Putusan MA karena kasus ini sudah ada pada tahap Kasasi.

“Saya lihat ada dua yang dipermasalahkan warga, penumpukan material di badan jalan dan adanya Sutet di lokasi tambang. Jadi, tadi saya sudah sampaikan kepada Staf Desa Pana supaya kegiatan ditambang itu dihentikan untuk sementara sampai ada putusan Mahkamah Agung,” kata Zulkifli.

Camat termuda di Enrekang ini menegaskan, semua aset Pemerintah harus dijaga. Temasuk badan jalan yang saat ini menjadi tempat penumpukan material tambang galian C milik H. Muchlis yang sedang viral diberitakan salah satu media elektronik.

Untuk itu dalam waktu dekat, dia akan melakukan peninjauan lokasi dan akan meminta agar Kades Pana menghentikan kegiatan Tambang yang dilakukan pihak H. Muchlis.

“Kita harus melihat dampaknya. Ada Tower Sutet milik PLN, itu bisa roboh jika terus menerus dilakukan pengerukan apalagi saat musim hujan. Jadi harusnya kemarin itu ada dua poin yang ditulis dalam surat pernyataan, yaitu menghentikan untuk sementara tambang dihentikan dulu”. Pungkasnya. (Sry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *