Bupati Majene Minta Tim Validasi Kerusakan Dampak Gempa Segera Bekerja

  • Whatsapp
Bupati Majene Minta Tim Validasi Kerusakan Dampak Gempa Segera Bekerja

MAJENE, UPEKS.co.id—Bupati Majene, Lukman meminta agar satgas transisi darurat ke pemulihan, pasca gempa Majene untuk segera bekerja dan mengambil langkah cepat.

Khususnya bagi tim validasi yang akan turun ke lokasi untuk mengecek keabsahan data yang di kumpulkan oleh pemerintah desa dan kecamatan.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditekankan bupati Majene, Lukman saat rapat koordinasi dan evaluasi penanganan gempa bersama tim satgas transisi darurat ke pemulihan, pasca gempa kabupaten Majene, dihadiri Forkopimda Majene, di ruang rapat wakil bupati, Rabu (23/2/2021).

Menurut Lukman, tim harus segera bekerja mengingat, data yang valid jadi acuan pemerintah pusat dalam menggelontorkan anggaran di kecamatan terdampak gempa. Jangan sampai kata Lukman, jika ada kejadian bencana lainnya di Indonesia perhatian dan bantuan akan dialihkan.

”Seperti yang dikatakan perwakilan Kemensos RI, jika data tidak cepat masuk jangan sampai ada bencana lain dan program bantuan akan dialihkan atau terbagi,” kata Lukman

Dia juga menginstruksikan agar BPBD segera menjemput sendiri juklak, yang nantinya akan menjadi petunjuk teknis dan sebagai dasar pembuatan perbub.

”Karena hal itu nnantinya akan menjadi dasar setiap tim untuk bergerak di lapangan,”ujarnya.

Kepala pelaksana BPBD Majene, Ilhamsyah mengaku pihaknya siap untuk menjalankan tugas sebagai tim, olehnya itu ia pun merencanakan akan bergerak mulai tanggal 7 Maret hingga 20 hari kedepan.

”Pada intinya kami sudah siap bekerja, setelah aturan yang menjadi dasar kita di lapangan sudah rampung,”uacapnya.

Sementara ketua satgas transisi darurat ke pemulihan, pasca gempa kabupaten Majene yang juga Plt Sekda Majene Masriadi Nadi Atjo juga meminta agar BPBD segera membuat data progres pengungsi korban gempa.

“Data yang dimaksud mulai dari awal kejadian hingga memasuki masa transisi. Saya juga berharap segera dibuat progres pengungsi, supaya kita tahu berapa jumlahnya yang masih bertahan sampai sekarang,” ungkapnya.

Adapun tim yang naantinya akan bekerja, terdiri dari BPBD, Dinsos, TNI dan Polri. Masing masing dikoordinir Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim 1401 dan Kajari.

Sesuai masukan dari pansus DPRD Sulbar, agar tim tersebut juga melibatkan para akademisi dari Univeristas seperti Unsulbar sesuai dengan bidang keilmuaanya. (Alim).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *