ANEKA

14 Daerah di Sulsel Berpotensi Sekolah Tatap Muka,Termasuk Takalar

14 Daerah di Sulsel Berpotensi Sekolah Tatap Muka,Termasuk Takalar

TAKALAR,UPEKS.co.id— Kondisi pandemi covid 19 membuat para pendidik dan guru melakukan kegiatan proses pembelajaran baik secara daring maupun Kuring,sebagai wujud agar kegiatan Proses belajar tetap berlangsung.

Seperti di kabupaten Takalar kegiatan proses belajar dilakukan inovasi yakni melalui siaran radio lipang Bajeng Kabupaten Takalar kerjasama Diknas Dikbud Kabupaten Takalar.

Hampir 365 hari pembelajaran tatap muka tidak dilaksanakan karena dikhawatirkan virus Covid -19 semakin berkembang.

Sejumlah pembelajaran alternatif terhadap siswa terus dilakukan sehingga siswa tidak tertinggal dengan materi pembelajaran.

Kondisi saat ini ,ada wacana sekolah tatap muka di Sulawesi Selatan sudah bisa diterapkan di sejumlah kabupaten atau kota. dengan catatan, penerapan protokol kesehatan diperketat oleh pihak sekolah.

Issue ini langsung direspon Kadis Pendidikan Sulsel, Muhammad Djufri mengatakan, simulasi sekolah tatap muka bisa dilakukan. Namun, hanya untuk sebagian daerah saja.

Menurut Prof Jufri, Kabupaten bisa lakukan sekolah tatap muka ,hanya daerah yang punya angka reproduksi efektif (Rt) di bawah satu persen.

“Namun Tim pengawas dan Satgas Covid-19 akan melakukan evaluasi langsung ke sekolah.”terangnya.

Menurut Kadis Sulsel, kalau di bawah 1 persen kan sangat bagus. Namun hal tetap kita koordinasikan satgas covid-19 supaya bisa dilihat perkembangannya untuk sekolah tatap muka,Selasa (16/2/21).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 di Sulsel, daerah dengan Rt di bawah satu persen yakni, Kabupaten Barru, Bone, Gowa, Jeneponto, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep. Selain itu,Kabupaten Pinrang, Selayar, Sinjai, Takalar, Toraja Utara, dan Kota Parepare.

Paling tidak, kata Djufri, sekolah tatap muka diberlakukan dulu untuk kelas XII. Walau tanpa ujian nasional, tetapi ujian akhir sekolah tetap dilakukan dan itu yang menjadi penentu kelulusan.

“Untuk anak kelas XII kita beri ruang karena beberapa bulan ke depan mereka harus ujian nasional dan masuk perguruan tinggi. Memang tidak ada ujian nasional tapi ujian akhir sekolah untuk menentukan kelulusan dan peringkatan ada. Itu bisa lewat tatap muka,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, dari 944 SMA/SMK di Sulsel, terdapat 880 sekolah atau 93 persen belajar secara daring. Sementara, 64 sekolah atau tujuh persen belajar luring.

Sudirman ingin 64 sekolah yang memberlakukan sekolah luring ini diawasi betul. Sekolah tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan.

“Saya ingin tujuh persen sekolah yang luring atau tatap muka, ada tim dari Dinas Pendidikan yang turun untuk melihat langsung kegiatan proses belajar. Juga 93 persen yang daring ada pengecekan bagaimana progress belajar dari rumah,” tegasnya.

Diketahui, Dinas Pendidikan Sulsel memberlakukan proses belajar dari rumah hingga 1 April 2021 sesuai edaran Gubernur Sulsel. Setelahnya akan dievaluasi, apakah perlu diperpanjang atau memulai sekolah tatap muka.Dinas Pendidikan Sulsel Ingin 14 Daerah Ini Gelar Sekolah Tatap Muka. (Jahar).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top