Utamakan Jaga Amanah, Kenaikan Jabatan Kedua

  • Whatsapp
Utamakan Jaga Amanah, Kenaikan Jabatan Kedua

BEKERJA dengan ikhlas dan penuh semangat merupakan sosok yang di miliki Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbanda) Sulawesi Selatan (Sulsel) Junaedi, Sos., MH.

Junaedi sapaan karibnya, menuturkan amanah yang dirinya emban saat ini, berawal dari staf di Bappeda Kabupaten Bantaeng pada tahun 1997. Ditempat yang sama, pada tahun 2010 kali pertama dirinya menduduki jabatan struktural yakni Kepala Sub Bagian (Kasubag) Program.

Bacaan Lainnya

Dan pada tahun 2013, karir Junaedi kembali menanjak dengan posisi jabatan Kepala Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya Bappeda Bantaeng. Junaedi mengaku setelah itu, pada tahun 2015 dirinya di ke Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kabupaten Bantaeng.

“Tidak lama kemudian pada tahun

2017 saya dipromosikan Sekretaris BKD Bantaeng, dan pada 2019 saya dimutasi ke Sekretaris BPKAD Provinsi Sulsel, dan bulan November 2019 saya diberikan amanah Plt Badan Pengelola Keuangan (BPKD) Sulsel hingga Juli 2020, kemudian saat ini saya diamanahkan Sekretaris Bappelitbanda Provinsi Sulsel juga sebagai Plt Bappelitbanda Sulsel,” ungkap Junaedi.

Katanya Junaedi, ada satu hal yang selama ini dirinya dalam menjalankan kariernya yakni menjaga amanah yang diberikan oleh pimpinannya.

“Masalah kenaikan jabatan merupakan yang kedua, yang terpenting dalam menjalankan karier menjaga amanah, dan ketika ini kita terapkan, Insya Allah perjalanan karier akan terus berlanjut,” tandas Junaedi.

Ditempa Sejak Awal, Mampu Nahkodai Bappelitbanda Sulsel

Menjabat pimpinan Bappelitbanda Sulsel membutuhkan orang-orang yang memiliki keseriusan dan keahlian dalam merencanakan pembangunan. Hal ini telah dikuasai Junaedi. Ia mengaku keahlian tersebut dirinya telah dapatkan sejak awal meniti karir di Bappeda Kabupaten Bantaeng.

Junaedi menegaskan, mengelola data perencanaan pembangunan sudah menjadi bagian dari dirinya. Sehingga hal ini, Junaedi optimis bisa menahkodai Bappelitbanda Sulsel saat ini.

“Pengalaman saya itu di Bappeda,

memang dari awal. Karena di Bappeda merupakan awal memulai karir, jadi  mengola data perencanaan pembangunan itu sudah bagian dari keseharian saya,” tandas Junaedi.

Meskipun demikian, sambung Junaedi, Bappelitbanda Sulsel kedepannya memiliki tantangan. Hal ini seiring dengan perkembangan Teknologi dan Informasi yang semakin massif.

Untuk itu, Junaedi terus berbenah dalam menghadapi hal tersebut. Ia mengatakan semua kegiatan di Bappelitbanda kedepannya harus berbasis IT berupa aplikasi.

“Jadi menyusun dokumen perencanaan, sejak awal memang saya ditempa, akan tetapi seiring dengan kemajuan saat ini. Baik dari segi sisi ilmu pengetahuan maupun teknologi, akan menjadi tantangan,” Kata Junaedi.

“Dan ini menjadi motivasi saya, untuk selalu melakukan upgrade pengetahuan dan keterampilan bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam perencanaan pembangunan di Sulsel,” Sambung Junaedi.

Menurut Junaedi, Bappelitbanda Sulsel merupakan brand Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Untuk itu, Junaedi harus mampu meramu seluruh perencanaan pembangunan di Sulsel.

“Bappelitbanda ini diharapkan menjadi otak yang mampu meramu program Pemerintah Provinsi Sulsel, sehingga Bappelitbanda ini menjadi brand Pemerintah daerah Sulsel,” tandasnya.

Kata Junaedi, tugas utama dari Bappelitbanda adalah meramu kegiatan apa kira-kira yang tepat untuk mengakumulasi pencapaian visi dan misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur kemudian akan didorong oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Jika sebelumnya usulan berbasis OPD, sekarang  Bappelitbanda meramu perencanaan yang mana kira-kira dilakukan untuk mencapai visi dan misi tersebut, selanjutnya kami serahkan ke OPD untuk dieksekusi. Dulu program follow money sekarang money follow program, dan 2021 kita akan mencoba program berbasis masalah, artinya apa penganggaran menjadi solusi dari masalah yang ada. Jadi segala urusan yang  menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi kita coba carikan solusi dari intervensi penganggaran,” ungkap Junaedi.

Dukungan Keluarga Terus Mengalir

Semangat dalam menjalankan kesehariannya sebagai Plt Bappelitbanda Sulsel. Hal ini bisa dilakukan Junaedi berkat dukungan keluarganya. Kata Junaedi keluarga yang utama menjadi penyemangat.

Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Junaedi konsekuensinya adalah seluruh hak-hak diambil alih oleh negara. Untuk itu meskipun dirinya jauh dari keluarganya di Kabupaten Bantaeng. Junaedi mengatakan bukan menjadi penghambat atau penghalang.

Ia mengatakan pada era keterbukaan dan perkembangan teknologi informasi saat ini semakin massif harus digunakan sebaik mungkin. Olehnya itu Junaedi dalam menjalin komunikasi bersama keluarganya tidak lagi terhalang.

“Alhamdulillah support dari keluarga tidak pernah surut. Walaupun saya saat ini ada Kota Makassar untuk menjalankan tugas negara komunikasi tetap berjalan,” tandasnya.

Ia mengaku buah hatinya saat ini di Kabupaten Bantaeng sedang menutut ilmu. Untuk itu dirinya harus menjadi sosok yang baik mereka.

“Saya harus menjadi sosok bisa memberikan terbaik baik keluarga maupun daerah ini, karena ketika menjadi ASN konsekuensinya adalah hak-hak saya ini diambil oleh negara, sehingga ini dipahami oleh keluarga namun sekarang IT saat ini semakin maju, jadi setiap saat berinteraksi yang jauh saat ini semakin dekat, tidak seperti dulu, jadi sudah tidak ada batas,” tutupnya. (Rasak)

Nama Lengkap : Junaedi B. Sos., MH

TTL : Kabupaten Bantaeng, 1 Juni 1976

Jabatan : Plt Bappelitbanda Provinsi Sulsel

Pos terkait