Sudah Tiga Bulan, Pemkab Enrekang Tidak Bayar Insentif Tenaga Keagamaan

  • Whatsapp
Sudah Tiga Bulan, Pemkab Enrekang Tidak Bayar Insentif Tenaga Keagamaan

ENREKANG, UPEKS.co.id — Ini mengejutkan. Tenaga Keagamaan di Enrekang mengeluh. Diantaranya para Imam Masjid. Para Muadzin. Para Penyuluh. Para Guru Ngaji. Dan Para Dasawisma.

Sudah tiga bulan terakhir, mereka belum menerima insentif bulanan. Dari Pemkab Enrekang.

Bacaan Lainnya

Mereka bertanya-tanya mengapa insentif mereka hingga kini belum terbayarkan.

Salah seorang imam masjid di Enrekang yang enggan disebut namanya mengatakan. Dirinya belum menerima insentif untuk bulan Oktober, November, dan Desember 2020.

Padahal, biasanya insentif mereka yang berjumlah Rp200 ribu per bulan dibayarkan per enam bulan sekali atau per semester, yakni semester satu Januari-Juni dan semester dua Juli-Desember.

Namun, untuk tahun 2020 pembayaran insentif yang mereka terima hanya sampai bulan September atau 9 bulan.

Itupun jumlah yang mereka terima untuk periode Juli, Agustus dan September  berkurang dari biasanya yang mereka terima sebesar Rp 200 ribu kini menjadi Rp 190 ribu per bulan selama tiga bulan itu.

“Kemarin kami dibayarkan hanya sampai bulan Sembilan, jumlahnya juga berkurang di tiga bulan terakhir itu sisa Rp 190 perbulannya ,” katanya kepada Upeks, Kamis (7/1/2021).

Untuk itu, Ia mempertanyakan alasan kenapa jumlah Insentif itu berkurang menjadi Rp 190.000 untuk bulan Juli, Agustus dan September, dan mengapa Insentif mereka tidak dibayarkan untuk bulan Oktober, November dan Desember 2020.

“Iya kita hanya mau tau alasannya, apakah memang dipangkas karena Covid-19 atau bagaimana,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Kasubag Kesra Setda Enrekang, Zulkifli, mengatakan untuk insentif tenaga keagamaan tersebut memang hanya dibayarkan sampai September 2020 atau hanya Dibayarkan  sembilan bulan saja.

Hal itu disebabkan, adanya pemangkasan anggaran tersebut akibat adanya wabah pandemi Covid-19.

“Iya memang kena rasionalisasi anggaran karena Covid-19, jadi memang hanya sembilan bulan yang dianggarkan. Itu saja kita bersyukur karena kemarin itu sempat dipangkas sampai 6 bulan saja dibayarkan, tapi pas diperubahan ada sedikit penambahan sehingga bisa sampai sembilan bulan terbayarkan,” terang Zulkifli.

Ia menjelaskan, pada awalnya sebelum ada wabah Covid-19, memang dianggarkan selama 12 bulan insentif bagi tenaga keagamaan.

Namun karena adanya wabah Covid-19 dan dilakukan rasionalisasi anggaran, sehingga kemampuan keuangan daerah untuk membayarkan hanya sampai sembilan bulan.

“Anggaran kita yang dipangkas sekitar Rp 1 milyar sampai Rp 2 milyar. Jadi saat itu kita harus lakukan revisi SK bahwa pembayarannya hanya sembilan bulan termasuk nominalnya yang berkurang menjadi Rp 190 ribu per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan  kepada para Camat  agar melakukan sosialisasi kepada tenaga keagamaan jika insentif mereka tidak bisa dibayarkan hingga setahun karena adanya rasionalisasi tersebut.

Adapun jumlah tenaga keagamaan yang meliputi imam masjid, muadzin, penyuluh, guru ngaji dan dasawisma sekitar 2.500 orang di seluruh Kabupaten Enrekang. (Sry)

Pos terkait