RDP, Mahasiswa Minta Hadirkan Konsultan Manajemen Perusahaan, Bukan Konsultan Hukum

RDP, Mahasiswa Minta Hadirkan Konsultan Manajemen Perusahaan, Bukan Konsultan Hukum

TAKALAR,UPEKS.co.id—Komisi Dua DPRD kabupaten Takalar Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagai tindak  lanjut aspira aliansi Mahasiswa Takalar yang menyampaikan aspirasinya 11 Januari 2021.

RDP ini terkait perusahaan air minum dalam kemasan saat ini belum beroperasi dengan menghabiskan anggaran  miliar rupiah Sudah dua tahun perusahaan AMDK kemasan yang belum terealisasi,

Bacaan Lainnya
 

Dalam RDP dengan dengan DPRD, hadir Direktur PDAM Kabupaten Takalar Jamaluddin Nombong didampingi  Konsultan Hukum Arsyad, SH. Kamis (14/01/2021).

Rapat Dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi Dua DPRD Takalar, H Muhtar Maluddin yang diikuti beberapa anggota DPRD.

Salah satu agenda dalam rapat dengar pendapat memanggil langsung pihak Direktur PDAM Kabupaten Takalar  mestinya sudah digelar, Desember 2020, Direktur PDAM berjanji menyelesaikan semua namun hingga saat ini  belum selesai.

Perwakilan Mahasiswa, Muh. Reskiawan menegaskan, pelaksanaan manajemen perusahaan ini banyak  kesalahan yang terjadi baik administrasi maupun manajemen.

Sehingga dalam pelaksanaan tidak sesuai apa yang diinginkan. Resky sempat mempertanyakan jika salah satu kesalahan pahaman yang nampak disini adalah, harusnya pak Diretur PDAM ini didampingi konsultan Manajemen  Perusahan.

Harapannya, agar kita bisa diberi pemahaman yang jelas terkait kondisi menejemen PDAM,

“Bukan membawa konsultan Hukum. Kami cuma ingin membangun dialektika karena kita berada digedung DPRD
bukan ranah aparat penegak hukum.”ujarnya.

“Harusnya direktur PDAM ini membawa Konsultan Menejemen perusahaan, agar kami bisa diberikan pemahaman  terkait kondisi menejemen perusahaan, ini gedung DPRD tempat berdialektika bukan ranah APH” kata Resky.

Lanjut Resky Kita berharap dari hasil pertemuan ini menjadi bahan untuk memperbaiki menejemen perusahaan  dibawah pimpinan Jamaluddin nombong,

“Kritikan yang diberikan murni tanpa tekanan apalagi ditunggangi oleh pihak manapun, ia hanya ingin melihat  kondisi menejemen diperbaiki sehingga nantinya menghasilkan karya yang bisa dinikmati oleh masyarakat  Takalar.”tuturnya.

Sementara Direktur PDAM Jamaluddin berjanji akan menindak lanjuti hasil dari pertemuan RDP hari ini,dengan  memberikan batas waktu hingga bulan Februari 2021.Untuk menuntaskan persoalan pabrik Air minum dalam  kemasan

“Saya berjanji sampai bulan Februari 2021 pabrik Air minum dalam kemasan ini berjalan” ucap Jamal (Jahar).

 

Pos terkait