Polrestabes Bongkar Gudang dan Home Industri Kosmetik Ilegal

Polrestabes Bongkar Gudang dan Home Industri Kosmetik Ilegal

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Setalah melakukan pengembangan, Polrestabes Makassar berhasil bongkar gudang  dan home industri kosmetik ilegal merek Maloloy di salah satu rumah toko (ruko), di Jl Mesjid Raya, Kecamatan  Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Pengungkapan tempat peracikan kosmetik dengan merk Maloloy tersebut, merupakan pengembangan dari  penangkapan Supardi. Supardi menyimpan di gudang dan meracik kosmetik itu di salah satu ruko di Kabupaten  Gowa.

Bacaan Lainnya

“Di gudang atau di ruko itu tempat penyimpanan barang sebelum di edarkan. Bahkan, ditemukan juga bahan-  bahan mentah untuk dijadikan kosmetik,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul, Kamis  (14/1/21).

Agus menyebut, ruko yang dijadikan tempat peracikan alat kecantikan atau kosmetik ini, dari luar nampak ruko itu  tak berpenghuni. Sampah berserakan hingga rumput liar di sekitar bangunan meninggi.

“Tetapi, penampakan ruko seram ini merupakan modus dan strategi pelaku untuk menjalankan aksinya, ” sebut  mantan Kapolsek Mamajang ini.

Namun setelah digeledah terang Agus, di dalam ruko tersebut ditemuka sejumlah kardus yang berisikan kosmetik  Maloloy tanpa izin edar BPOM. Kardus-kardus ini siap dikirim ke beberapa daerah, termasuk ada yang bertuliskan  alamat Kendari.

“Di ruko itu, tempat pelaku menyimpa alat kosmetik. Kemudian dipacking ataukah disusun sebelum dikirim ke  pembeli,” jelas Agus.

Selain tempat penyimpanan kosmetik, ditemukan adanya temuan sejumlah bahan mentah berupa adonan yang  sementara proses peracikan atau pembuatan handbody. Ditemukan hingga lima ember besar.

“Kami temukan lima ember berukuran besar bahan mentah seperti adonan. Sepertinya, sementara proses  peracikan bahan kosmetik ilegal itu, ” terang Agus.

Dihadapan petugas, Supardi mengakui jika bisnisnya ini dijalankan sudah berlangsung sejak dua tahun  belakangan ini. Di ruko ini pun dijadikan gudang dan tempat untuk meracik kosmetik. Diakuinya juga, Supardi  membeli kosmetik di Kota Jakarta dalam bentuk bahan mentah.

“Nanti di Makassar baru dimasukkan ke dalam tempat-tempat yang sudah disediakan. Kemudian, dia (pelaku)  cetak sendiri label dengan brand Maloloy, ” beber Agus.

Diketahui, pengungkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat terkait adanya kosmetik yang beredar tanpa  dilengkapi izin edar dari BPOM. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan dan menangkap kedua tersangka. (Jay)

Pos terkait