Pemkot Perpanjang Pembatasan Jam Malam, Dewan: Perhatikan Juga Nasib UMKM

  • Whatsapp
Pemkot Perpanjang Pembatasan Jam Malam, Dewan: Perhatikan Juga Nasib UMKM

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali memperpanjang pembatasan jam malam dari 4 hingga 11 Januari 2020 melalui surat edaran Surat edaran yang baru tersebut bernomor 003.002/01/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat pada Masa Covid-19 di Kota Makasar.

Sehingga seluruh UMKM, mal-mal, hingga warkop-warkop, atau apapun yang dapat menimbulkan keramaian harus ditutup pada pukul 19.00 Wita. Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Irwan Djafar mengungkapkan, jika kebijakan tersebut dianggap yang terbaik untuk memutus mata rantai Covid-19 di Makassar, maka sah-sah saja dilakukan.

Bacaan Lainnya

Namun, bagi politisi NasDem itu, Covid-19 sebenarnya tidak mengenal siang atau malam. Namun, kapan pun dan di mana pun, Covid-19 bisa mewabah di masyarakat. “Jadi tetap juga harus ada kontrol dari pemerintah meskipun itu siang tapi tetap ada kontrol supaya jangan dibatasi malam tapi siangnya balas dendam,” ujarnya, Senin (4/1/2021).

Di samping itu, Irwan Djafar juga meminta Pemkot Makassar untuk memperhatikan perkembangan PAD dan pertumbuhan UMKM masyarakat. Karena dengan pembatasan pelayanan tersebut, maka akan berdampak pada penurunan PAD dan pendapatan masyarakat.

“Dengan adanya pembatasan pelayanan mempengaruhi PAD sebenarnya. Kita bisa punya PAD turun drastis. Tingkat pendapatan masyarakat juga menurun. Jadi pemerintah harus melihat ini, bijak. Jangan hanya melihat satu sisi tapi harus melihat di banyak variabel,” ujarnya.

Irwan Djafar mengatakan, banyak UMKM yang hanya buka jika pada malam hari saja. Maka Pemkot Makassar harus memperhatikan juga nasib UMKM yang bisa berdampak pada penurunan pendapatannya karena pembatasan jam malam.

“Banyak UMKM yang biasanya malamnya cari duit. Banyak kan makanan-makanan yang dijual di malam hari seperti putu cangkir, songkolo bagadang. Ini kan bisa memutus pendapatan mereka. Coba hitung berapa banyak tidak dijual siang tapi dijual malam,” ujarnya.

“Nasi kuning juga biasanya malam pi baru banyak dijual malam. Makanya kalau saya tidak ada masalah kalau dianggap terbaik, tapi pemerintah juga harus perhatikan UMKM. Karena kan banyak penjual malam baru ramai. Misalnya penjual ayam lalapan malam baru dia buka. Kalau tidak menjual apa yang mereka mau makan,” tandas Irwan Djafar. (jir)

Pos terkait