Pemkab Majene Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Sambil Tunggu Vaksin

  • Whatsapp
Pemkab Majene Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Sambil Tunggu Vaksin

Pemkab Majene Tunda Pembelajaran Tatap Muka, Sambil Tunggu Vaksin

MAJENE, UPEKS.co.id—Pemerintah kabupaten Majene, Sulawesi Barat akhirnya menunda pembelajaran tatap muka di sekolah. Pembelajaran pada semester genap diawal 2021 ini akan dilakukan secara daring.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Plt.Bupati Majene, Lukman dalam rapat bersama Forkopinda, yang dihadiri Plt.Sekda Majene  Masriadi Nadi Atjo, sejumlah pimpinan OPD terkait serta tim Gugus Tugas Penangan Covid-19 Majene, di ruang  rapaat wakil Bupati, Senin (4/12/2021).

Rapat tersebut dilakukan menindaklanjuti surat keputusan bersama (SKB) yang dibuat oleh 4 Menteri yakni,  Mendikbud, Menteri Agama, Menkes, Mendagri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran ditengah pandemi covid-19 serta rencana pembelajaran tatap muka bagi  siswa.

“Kesimpulan hasil rapat hari ini memutuskan, bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka di awal 2021 belum  bisa dilaksanakan, pembelajaran dilakukan secara daring atau guru yang keliling mengunjungi siswa untuk wilayah  yang tidak dijangkau signal, mekanismenya nanti dinas pendidikan yang ataur,” ungkap Lukman

Lukman menegaskan, keputusan hasil rapat ini berlaku untuk semua sekolah yang ada di kabupaten Majene,  tanpa kecuali dan semua jenjang, termasuk juga sekolah yang berada di lingkungan Kemenag,”Nanti akan ada surat edara terkait keputusan ini,” tegas Lukman.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene Iskandar,  pihaknya mendukung pelaksanaan pembelajaran dilakukan daring dan guru keliling, apalagi peningkatan pasien Covid di Majene cenderung meningkat.

”Sebenarnya untuk pemberlakuan guru keliling sudah lama kita laksanakan, sejak adanya pandemi covid-19, dan  kita telah melakukan pemetaan,”ujarnya.

Sementara itu Kapolres Majene, AKBP Irawan Banuaji dalam raapat menyampaikan, bahwa untuk pelaksanaan  pembelajaran tatap muka patut dipertimbangkan kembali, karena situasi saat tidak memungkinkan.

“Pasti orang tua siswa juga akan mempertimbangkan kembali terkait hal itu. Oleh karena itu mungkin perlu  dilakukan inovasi-inovasi lain selain tatap muka. Jadi perlu dicermati betul jika akan dilakukan sekolah tatap muka, jangan sampai anak yang masih berusia dini terinfeksi,” kata Irawan.(Alim).

Pos terkait