Nama Sekprov Terseret Terkait Dugaan Gratifikasi Bansos, Nurdin Abdullah Minta APIP Tuntaskan

  • Whatsapp

MAKASSAR, UPEKS.co.ic — Pemerintah Provinsi Sulsel belum ada rencana melimpahkan dugaan gratifikasi Bansos Covid-19 ke Aparat Penegak Hukum. Gubernur Sulsel Nurdin hanya meminta APIP segera meng-clear-kan dugaan tersebut.

Nurdin minta APIP tidak bulan-bulanan media. “APIP dan Dinsos itu harus meng-clear-kan terkait kasus Bansos ini, mohon jangan bulan-bulanan media,” ungkap Nurdin, di kantor Gubernur Sulsel, Senin (25/1/2021).

Bacaan Lainnya

Sementara Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani enggan melaporkan bawahannya ke polisi. Padahal sebelumnya, Hayat ingin menyeret mantan pejabat Dinas Sosial, Kasmin ke polisi.  Kasmin ingin dilaporkan Hayat atas kasus pencemaran nama baik. Nama Hayat disebut-sebut oleh Kasmin terlibat dalam dugaan kasus Bansos Covid-19 di Pemprov Sulsel.

“Tidak ada laporan. Sudah selesai di dalam,” kata Hayat, Senin (25/1/2021).

Ia bilang enggan melapor karena kasus ini masalah intern. Ibarat bapak dan anak, cukup diselesaikan di dalam.

“Bagaimana kalau orang di dalam, pasti kan seperti antara anak dan bapak. Jadi selesai sendiri itu,” bebernya.

Namun, ia enggan menjelaskan secara rinci soal kasus yang diselesaikan di dalam. Ia berdalih tak perlu komentar banyak karena sudah ditangani oleh APIP.

“Jangan kita mengomentari lagi, jadi kalau ada orang yang mau mengomentari diluar APIP itu susah makanya,” ujarnya sambil berlalu.

Sebelumnya, Hayat mengaku berita soal kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Covid-19 yang melibatkan dirinya sudah viral di media sosial. Ia akan melakukan langkah hukum.

“Ini pencemaran nama baik. Hal ini merusak nama baik saya dan pemerintah Provinsi Sulsel. Tak bisa dibiarkan. Untuk itu, saya akan melakukan langkah hukum mengenai masalah ini,” katanya, pekan lalu.

Ia menampik jika disebut terlibat. Mantan pejabat Kementerian Sosial itu bilang ada pihak yang mencoba merusak nama baiknya dengan menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Covid-19.

Kata Hayat Gani, apa yang disampaikan mantan Pejabat Dinas Sosial, Kasmin disidang Majelis Tuntutan Ganti Rugi (MTGR) tak benar. Menurutnya, saat ini Kasmin sudah diambil keterangannya.

Bahkan sudah ada berita acara pemeriksaan atau BAP oleh inspektorat. Seharusnya, jika ingin memberikan keterangan, Kasmin bicara disana, bukan di media.

“Apa yang disampaikan pak Kasmin itu tidak benar. Itu fitnah yang sangat kejam,” ujarnya. (Rasak).