Musim Penghujan, Kalak BPBD Enrekang Imbau Warga Waspada Bencana

  • Whatsapp
 Musim Penghujan, Kalak BPBD Enrekang Imbau Warga Waspada Bencana

 Musim Penghujan, Kalak BPBD Enrekang Imbau Warga Waspada Bencana

ENREKANG, UPEKS.co.id—Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Abdullah  mengimbau masyarakat Kabupaten Enrekang agar tetap waspada terhadap bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Bacaan Lainnya

Hal itu disebabkan saat ini wilayah Sulsel termasuk Enrekang mulai memasuki musim penghujan dan juga cuaca  cukup ekstrem.

Abdullah mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi di seluruh wilayah  Indonesia termasuk Kabupaten Enrekang hingga April mendatang.

“Makanya kita selalu mengimbau masyarakat, baik lewat lisan maupun melalui medsos agar selalu waspada akan  terjadinya bencana longsor dan banjir termasuk angin puting beliung di masa cuaca ekstrem ini,” kata Abdullah,  Selasa (5/1/2021).

Ia menjelaskan, seluruh kecamatan di Kabupaten Enrekang rawan terjadi bencana karena daerah Enrekang  memang terdiri dari perbukitan.

Selain itu Bumi Massenrempulu juga dilalui tiga sungai besar yakni Sungai Saddang, Sungai Mata Allo dan Sungai  Tabang.

Namun, dari tiga sungai besar itu, yang paling rawan terjadi luapan adalah Sungai Saddang dan Sungai Mata Allo.

Daerah paling rawan longsor adalah Kecamatan Anggeraja, Baraka dan Masalle serta seluruh wilayah Duri.

Sebab, pembukaan lahan yang massif dan metode pertanian yang tak memperhatikan lingkungan menjadi salah  satu penyebab kerap terjadinya bencana longsor.

“Makanya kita selalu imbau agar masyarakat lakukan pertanian rama lingkunan, seperti membuat terasering dan  perbaiki saluan air saat bertani,” ujarnya.

Untuk itu, Ia telah melakukan beberapa langkah antisipasi dengan menyiagakan personel TRC 1x 24 jam di posko  untuk antisipasi kebencanaan.

Termasuk beberapa lokasi paling rawan sudah diminimalisir seperti Perumahan Kukku, sudah dibuat tanggul  buronjong penahan air di wilayahnya itu untuk mencegah bencana banjir di wilayah itu.

“Personel kita juga tiap setiap hujan deras itu tim TRC selalu pantau kondisi arus atau debet aliran sungai,”  tuturnya. (Sry)

Pos terkait