Lima Perawat RSUD Majene Terkonfirmasi Positif Covid-19

  • Whatsapp
Lima Perawat RSUD Majene Terkonfirmasi Positif Covid-19

MAJENE, UPEKS.co.id–Sebanyak lima orang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat terkonfirmasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua Komite medik Rumah Sakit Umum (RSUD) Kabupaten Majene, dr.Zulfatma, Senin (4/12/2021).

Bacaan Lainnya

“Hari ini sebanyak lima orang tenaga perawat di rumah sakit umum Majene yang terinfeksi virus corona,”sebut dr.Zulfatma kepada wartan, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Plt.Bupati Majene, Lukman

Zufatma juga menyampaikan, bahwa pasien yang suspect covid maupun yang sudah positi Swab itu dirawat diberbagai ruangan di rumah sakit, seperti di ruangan viv, ada di ruangan Dahliah, kebidanan, di ruangan
Melati Dahliah.

“Kami mengusulkan di rumah sakit umum Majene ada ruangan semacam screening atau di ruang khusus, jadi semua pasien yang bergejala covid di rawat disitu dulu, nanti kalua sudah ada hasilnya baru dipindahkan
ke ruang masing-masing, kalau memang dia negative pasien interna dipindahkan ke ruaang Dahliah, kalau dia positif dibawa ke ruang isolasi, itu yang kami inginkan, faktanya sekarng ini bertambah
teman-teman yang positif.” ungkapnya.

Olehnya itu Zulfatma berharap, agar persoalan yang ada di rumah sakit
umum Majene saat sekarang ini segera difasilitasi Pemda Majene, karena
sebelumnya juga Komite Medik sudah mengirim surat, namun tidak ada
tanggapan.

”Kenapa kami ke sini, agar pemda juga mendukung kami sampai ke lapangan, saya selaku ketua Komite Medik sudah banyak mendengar aspirasi dari teman-teman. Jadi kesimpulannya sepanjang keamanan
paasien maupun tenaga medik belum ada, kemungkinan kami pending dulu
untuk menangani pasien covid, saya harus melindungi anggotaku,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Majene, dr Yupie Handayani dengan menjelaskan, bahwa dirinya juga tidak setuju kalau ruang Viv di gunakan untuk merawat pasien Covid, karena menghilangkan ruang Viv rumah sakit Majene.

“Kenapa tidak ke ruang yang baru ini, sambil menunggu ruang partisi di buat, sekarang kalau ruang Viv di rekomendasikaan, trus apa bedanya dengan ruangan yang baru, kalau Viv khan hanya satu pintu, kalau
ruangaan yanru ini khan dua pintu,” katanya.

Ia juga  mengaku, bahwa tenaga kesehatan di rumah sakit umum Majene ini memang sangat rentan terinfeksi virus Corona, karena sering berinteraksi dengan pasien positif yang dirawat di rumah sakit.

“Bagi tenaga kesehatan yang terpapar positif corona, saat ini sudah menjalani perawatan intensif. Sementara yang bergejala dianjurkan menjalani isolasi mandiri. Kami juga sudah mensterilkan ruang rumah
sakit pasca ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif. Kami kerjasama dengan PMI. Tadi pagi sudah disemprot,” pungkasnya.(Alim).

Pos terkait