Ketua DPRD Takalar Dukung Polda Sulsel Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi BPNT

  • Whatsapp
Ketua DPRD Takalar Dukung Polda Sulsel Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi BPNT

Ketua DPRD Takalar Dukung Polda Sulsel Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi BPNT

TAKALAR.UPEKS. co.id— Kasus dugaan Korupsi Penyimpangan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sulsel,
menjadi atensi serius Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel.

Bacaan Lainnya

Bahkan, proses penyelidikan terus dilakukan. Terutama yang sementara masih berproses di tahap penyelidikan,  seperti di Kabupaten Takalar, Sinjai dan Kota Palopo.

Pasalnya, penyaluran Bansos BPNT di sejumlah tersebut ditemukan adanya dugaan mark up harga dan terindikasi  tidak sesuai aturan dalam pelaksanaan.

Ketua DPRD Takalar, Muh. Darwis Sijaya yang dimintai tanggapan mengenai kasus dugaan korupsi BPNT  khususnya di Kabupaten Takalar, mengatakan, pihaknya siap memberikan dukungan kepada Polda.

Pertimbangannya, dugaan mark-up harga dalam program BPNT tersebut jelas sangat merugikan Keluarga  Penerima Manfaat (KPM) khususnya di Takalar.

“Kami support penuh Polda mengusut tuntas kasus dugaan korupsi BPNT ini. Karena tindakan yang dilakukan  oknum dalam program BPNT ini jelas merugikan masyarakat penerima,” katanya, Selasa (12/1/2021).

“Siapapun yang terlibat harus diseret, perbuatan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Olehnya itu, kami berharap  Kapolda Sulsel prioritaskan pananganan kasus dugaan korupsi BPNT terutama di Takalar, dan segera  mengumumkan tersangka agar publik tahu,” tegas Darwis Sijaya.

Sekadar diketahui, pengadaan barang BPNT khususnya di Takalar diduga terdapat selisih harga dari tiap  pengadaan barang, yang harusnya diterima KPM. Dimana, setiap KPM hanya mendapat jatah belanja di e-warung  hanya Rp149 ribu. Padahal, dalam regulasi yang mengatur tentang BPNT, setiap KPM menerima jatah belanja  senilai Rp200 ribu. Sehingga diduga terjadi selisih harga sebesar Rp51 ribu.

Harga barang yang ditukar KPM hanya Rp149 ribu dengan rincian harga, yaitu beras 10 Kg senilai Rp84 ribu, telur  ayam ras 30 butir Rp45 ribu, sayur per paket Rp10 ribu, dan buah apel per paket Rp10 ribu.

Faktanya di lapangan, harga barang yang ditukar KPM tertera nilai Rp200 ribu. Dengan rincian, beras 10 Kg senilai  Rp100 ribu, telur ayam ras 30 butir Rp60 ribu, sayur per paket Rp20 ribu, dan buah apel per paket Rp20 ribu.(rif)

Pos terkait