Helikopter TNI AL Distribusi Bantuan di Desa Terisolir, Bermalam Karena Terjebak Kabut

  • Whatsapp
Helikopter TNI AL Distribusi Bantuan di Desa Terisolir, Bermalam Karena Terjebak Kabut

MAJENE.UPEKS.co.id—Akibat cuaca extreme dan berkabut yang melanda, personel pengawak Helikopter Anti  Kapal Selam ( AKS) AS565 MBe Panther dan beberapa personel Marinir terpaksa menginap di desa Pompenga  Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) Jum’at 22 Januari 2021.

Hal tersebut diungkapkan Wadan Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Sulbar Letkol Marinir Gigih  Catur Pramono, S.H., M.Tr. Opsla, usai melaksanakan aksi heroik saat mendistribusikan bantuan logistik ke  masyarakat di salah satu desa yang sulit dijangkau di Kabupaten Majene, Sulbar ini.

Bacaan Lainnya

Letkol Marinir Gigih menyampaikan, seluruh personel TNI AL terpaksa harus menunda untuk kembali ke  kabupaten Mamuju dikarenakan cuaca pada saat itu berkabut dan tidak memungkinkan untuk terbang dengan  menggunakan helikopter.

“Cuacanya saat itu berkabut sehingga pilot helikopter memutuskan untuk tidak terbang karena sangat beresiko  terhadap keselamatan para personel TNI AL yang telah selesai mendistribusikan bantuan logistik di desa  Pompenga, Majene”, ujarnya.

“Karena terjebak kabut itulah akhirnya kami bersama masyarakat setempat mendirikan tenda seadanya di dekat  helikopter sebagai tempat kami untuk menginap dan menunggu hingga cuaca baik untuk penerbangan kembali ke  Kabupaten Mamuju”, tambahnya.

Dansatgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Sulbar Kolobel Marinir Y. Rudy Sulistyanto, S.E.,  menyampaikan untuk mencapai wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maka pihak TNI AL
mengirimkan bantuan logistik lewat jalur udara dengan Helikopter,

Tujuannya, agar warga disana dapat  diringankan bebannya pasca bencana alam gempa, Jum’at tanggal 15 Januari 2021.

“Akses lewat jalur darat menuju desa Pompenga terputus akibat terjadinya longsor saat bencana gempa melanda Sulbar, jadi pengiriman bantuan logistik harus ditempuh dengan jalur udara dengan menggunakan Helikopter TNI A.  Sehingga proses pendistribusian bisa berlangsung cepat sampai di masyarakat desa Pompenga. Namun saat akan kembali ke Kabupaten Mamuju mengalami kendala. Cuaca yang extreme sehingga penerbangan di tunda dan para personel TNI AL menginap di desa tersebut”, ujarnya.

“Hal ini kami laksanakan karena sesuai dengan perintah pemimpin tertinggi kami, bapak Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., agar seluruh jajaran TNI AL yang terlibat dalampenanggulangan Bencana Alam  gempa di Sulbar dapat mengoptimalkan dukungan pendistribusian bantuan logistik di seluruh wilayah yang  terdampak bencana alam di Sulbar agar para korban dapat diringankan bebannya”, tambahnya. (penlantamal VI).

Pos terkait