Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe di Gowa Tetap Pruduksi

  • Whatsapp
Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe di Gowa Tetap Pruduksi

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe di Gowa Tetap Pruduksi

GOWA, UPEKS.co.id– Naiknya harga kedelai dikeluhkan oleh salah satu pengusaha tempe di Kabupaten Gowa.

Bacaan Lainnya

Suarni merupakan pengusaha tempe mengeluh lantaran bahan pokok pembuatan tahu dan tempe itu biasanya  harganya berkisar Rp7 ribu perkilo kini naik menjadi Rp9.600 per kilo.

Akibatnya, Suarni terpaksa menaikkan harga tahu dari Rp70 ribu menjadi Rp75 ribu per ember kepada para  pedagang kaki lima dengan alasan harga kedelai juga mengalami kenaikan.

Bahkan, bulan lalu produksi kedelai 750 kilo perhari kini mengalami penurunan hingga 400 kilo per harinya.

“Produksi bulan lalu sekitar 750 kilo per hari. Untuk sekarang ini industri rumahan ini hanya memproduksi 400 kilo  per harinya,” kata Suarni saat ditemui di Jl Swadaya, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu  (3/1/2021).

Ia menjelaskan, produksi olahan kebutuhan pokok rumah tangga ini mempekerjakan sebanyak empat orang  karyawan.

Bahkan, lanjut dia, jika harga kedelai terus naik hingga Rp 10 ribu, Ia akan menutup sementara industri olahannya  itu.

“Karena ini kebutuhan bahan pokoknya naik, kami memiliki empat orang karyawan, dan kalau harganya naik terus  bisa saja untuk sementara ditutup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Induk Minasamaupa, Zainuddin Langke yang dihubungi membantah harga kedelai  dipasaran naik.

Ia mengungkapkan kurangnya tempe dijual dipasaran karena pengusaha tidak memproduksi sejak tanggal 31  Desember 2020 lalu.

“Sejak 31 Desember 2020 hingga 2 Januari lalu sebagian pengusaha tempe tidak produksi. Tiga hari tidak  produksi, itulah sebabnya tempe kurang dijual dipasaran. Tapi dua hari kedepan insya Allah sudah normal  kembali,”katanya.

Kelangkaan tempe kata Zainuddin bukan karena harga kedelai naik melainkan pengusaha tempe yang tidak  produksi. Namun dirinya tidak menyangkal kalau ada pedagang yang menaikan harga tempe.

“Ada yang naikkan harga, namun masih wajar. Insyaallah berbeda hari kedepan sudah normal kembali,”ucapnya.  (Sofyan).

Pos terkait