Empat Senapan Angin dan Barang Bukti Lain Milik Terduga Teroris di Enrekang Disita

  • Whatsapp
Empat Senapan Angin dan Barang Bukti Lain Milik Terduga Teroris di Enrekang Disita

Empat Senapan Angin dan Barang Bukti Lain Milik Terduga Teroris di Enrekang Disita

ENREKANG,UPEKS.co.id — Hanya berselang sehari setelah tertangkapnya Rustam Alias Abu Jibran (38)  terduga teroris dari Jaringan Jamaah Ansharut Daulah ( JAD ) di Enrekang, Densus 88 Antiteror Mabes bersama  Personel Polres Enrekang kembali sita barang bukti milik Rustam, Kamis (7/1/2021).

Bacaan Lainnya

Kapolres Enrekang, AKBP Dr Andi Sinjaya, SH,S.Ik.MH mengatakan, sejumlah barang bukti diamankan pihak  kepolisian dari terduga teroris yang ditangkap di Desa Taulo, Kecamatan Alla’, Kabupaten Enrekang adalah tiga  pucuk senapan angin jenis PCP.

“Total barang yang disita selama dua hari, empat pucuk senapan angin jenis PCP, sasak tinju, buku kajian An-  Najah empat buah, sebuah handphone dan sebilah parang,” ujarnya.

Kapolres Enrekang, AKBP Dr Andi Sinjaya mengatakan setelah melakukan penangkapan Rabu (6/1/2021) lalu,  pihaknya kembali mendatangi kebun milik terduga teroris itu keesokan harinya, Kamis (7/1/2021).

Hal itu untuk mengamankan tiga pucuk senapan angin jenis PCP yang disembunyikan terduga di semak-semak  belakang kebun tomatnya.

Pengambilan barang bukti itu dilakukan personel Densus 88, Polres Enrekang disaksikan Kepala Desa Taula dan  masyarakat sekitarnya.

“Jadi barang bukti yang kita sita pada hati kamis itu disembunyikan terduga di semak-semak belakang kebun tomat  miliknya. Kita dapat petunjuk dari tukang kebun terduga”. Ujar Kapolres.

Barang bukti tambahan berupa tiga senapan angin PCP yang diamankan itu akan diserahkan ke Polda Sulsel.

AKBP Dr Andi Sinjaya mengatakan, terduga memang sudah pernah beberapa kali ikut dalam kegiatan-kegiatan  kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Terduga memang sudah beberapa kali ikut kegiatan dengan kelompoknya dan sudah beberapa tahun lakukan  latihan-latihan di luar Enrekang,” ujar Andi Sinjaya.

Kapolres menambahkan, terduga adalah orang yang sangat tertutup baik kepada keluarganya maupun kepada  masyarakat sekitarnya. Informasi tersebut didapatkan dari penuturan warga setempat. (penulis: Sry).

Pos terkait