CEO Tiran Group dan AAS Foundation, Andi Amran Sulaiman Kirim Bantuan ke Sulbar

CEO Tiran Group dan AAS Foundation, Andi Amran Sulaiman Kirim Bantuan ke Sulbar

MAKASSAR, Upeks.co.id — CEO Tiran Group dan AAS Foundation, Andi Amran Sulaiman bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa logistik dan paket kebersihan untuk korban gempa di Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat.

Amran Sulaiman mengkomandoi langsung proses pengepakan dan pengirimannya. Sejak selepas subuh, pria kelahiran Bone itu didampingi Direktur Utama Tiran Group Moch Safri Sabit serta puluhan staff Tiran Group telah sibuk mempersiapkan bala bantuan darurat tersebut.

Bacaan Lainnya
 

“Duka mendalam saya beserta seluruh staff Tiran Group dan AAS Foundation kepada saudara-sadara kita yang tertimpa musibah gempa bumi di Sulawesi Barat,” tutur Amran Sulaiman saat ditemui di AAS Building, Makassar, Sabtu (16/1/2021).

Sebanyak 15 ribu paket bantuan logistik berupa mie instant, gula pasir, sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, shampo dan kebutuhan mendesak lainnya bakal dikirim hari ini ke lokasi bencana.

Tiran Group dan AAS Foundation juga akan berkoordinasi dengan pemerintah Sulbar, BNPB serta BPBD agar bantuan tersebut segera tersalurkan ke warga.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sulbar. Hari ini saya minta kirim, kalau darat tidak bisa, lewat laut atau lewat udara,” terang Menteri Pertanian periode 2014-2019 itu.

Bukan kali ini saja Tiran Group menunjukkan kepedulian bagi korban bencana. Saat bencana gempa dan tsunami Palu tahun 2018 lalu, perusahaan yang didirikan Amran Sulaiman itu juga mengirimkan bala bantuan logistik dan keperluan darurat lainnya yang tidak sedikit untuk warga Palu, Sulawesi Tengah.

“Tiran Group memang menyiapkan dana khusus kalau terjadi bencana. Kita berdoa semoga tidak ada lagi bencana yang terjadi. Khusus Palu kemarin, kami salurkan Rp 7 miliar untuk membantu saudara-saudara kita,” ucap Amran lugas.

Diberitakan, gempa dengan magnitudo 6,2 SR terjadi, pada Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 Wita di Kabupaten Mamuju, Majene dan Polman Sulawesi Barat. Bencana ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Pusat gempa berada di darat 6 kilometer Timur Laut Mejene dengan kedalaman 10 kilometer.

BNPB mencatat setidaknya 42 orang meninggal dunia, dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene. Sementara 15 ribu warga Kabupaten Majene telah mengungsi ke tempat yang aman.

Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal.(rls)

Pos terkait