Bupati  Dukung Rencana Sekolah Muhammadiyah Boarding School di Enrekang

  • Whatsapp
Bupati  Dukung Rencana Sekolah Muhammadiyah Boarding School di Enrekang

Bupati  Dukung Rencana Sekolah Muhammadiyah Boarding School di Enrekang

ENREKANG,UPEKS.co.id — Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang silaturrahim ke Bupati Enrekang, di  kawasan industri maiwa ( KIWA) tempat tinggal H.Muslimin Bando selama masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hadir pada kesempatan ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ust.H. Kamaruddin, ust H.Mardan, H.Hasbudi, H  Lubis, Sudin dan Baharuddin.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang menyampaikan rencana perubahan sekolah di komplek Perguruan  Muhammadiyah, yaitu SMA Muhammadiyah, Madrasah Aliyah dan Mts. Sekolah ini nanti jadi satu kendali  manajemen, strukturnya di bawa naungan Muhammadiyah boarding school MBS, di pimpin oleh seorang Direktur  MBS membawahi tiga sekolah tersebut.

Begitu rencana kami. Kami juga sudah study banding ke Unismuh Makassar dan siap menjadi konsultan  pendamping dalam persiapan MBS Enrekang. Karena itu kami mohon dukungan Bupati”. Ujar H. Hasbudi kepala  Mts Muhammadiyah Enrekang.

Muslimin Bando menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan rombongan Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Enrekang.

“Maiwa ini daerah panas, saya kalau sudah shalat subuh langsung ke kebun karena suasana dingin sampai jam  10 pagi dan nanti sore sudah shalat Ashar*. Kata MB.

Mendukung adanya rencana perubahan sekolah menjadi sekolah boarding school. ” Jika Ada kesadaran dan  keinginan untuk memperbaiki sekolah kita, sangat rugi negara mengurusi sekolah yang siswanya sama jumlahnya  dengan jumlah gurunya. SMA Muhammadiyah, Madrasah Aliah dan Mts Muhammadiyah Enrekang, jika di kelola  dengan model boarding school. silahkan di lanjutkan”. Ujarnya.

Mantan Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Enrekang ini meminta pihak kampus ikut memikirkan dan  mengambil peran supaya semua sekolah dalam kompleks perguruan Muhammadiyah bisa berubah dan maju,  unggul seperti sekolah lainnya.

Boarding school adalah model sekolah berasrama yang di kembangkan perserikatan Muhammadiyah. Para siswa  di asramakan seperti pesantren umumnya.

Sebenarnya ini hanya penamaan saja, boarding dengan pesantren sama – sama memiliki asrama. Selama 24 jam  siswa terkontrol, siangnya belajar di sekolah mengikuti kurikulum Nasional, malamnya mengikuti kurikulum belajar  boarding asrama, pembinaan dan pendalaman keagamaan serta eksrakurikuler lainnya. (Sry).

Pos terkait