SULAWESI SELATAN

Tidak Cukup Bukti, Kasus Dugaan Politik Uang di Majene Dihentikan

Tidak Cukup Bukti, Kasus Dugaan Politik Uang di Majene Dihentikan

MAJENE, UPEKS.co.id—Tidak cukup bukti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menghentikan kasus dugaan money politics atau politik uang yang dilakukan salah satu warga Desa Mekkata, Kecamatan Malunda inisial S (20).

Penghentian kasus ini setelah melalui dipembahasan pertama yang dilaksanakan Sentra Penegakan Hukum Terpada (Gakkumdu) yang digelar di
ruang rapat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Majene, Selasa (8/12/2020).

Ketua Bawaslu Majene, Syofian Ali yang didampingi kordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat, Ansharullah A Lidda menjelaskan, bahwa kasus yang dialami oleh salah
satu warga Desa Mekkata, Kecamatan Malunda, tidak dapat dilanjutkan, atau terhenti dipembahasan pertama.

Tidak Cukup Bukti, Kasus Dugaan Politik Uang di Majene Dihentikan

“Kasus ini tidak dilanjutkan lantaran ada perbedaan pandangan dari kedua yang tergabung dalam Gakkumdu saat proses pembahasan pertama, dimana dua lembaga tersebut dalam hal ini Kejaksaan Negeri Majene dan
penyidik dari Kepolisian menganggap bahwa syarat secara formil tidak
terpenuhi,” jelas Syofian

Sementara dari pihak Bawaslu kata Syofian, tetap konsisten jika kasus tersebut layak dilanjutkan dipembahasan kedua karena memenuhi syarat
secara formil dan materil. Namun, dalam pembahasan pertama karena adanya perbedaan pandangan sehingga kasus tersebut tidak dapat
dilanjut.

“Jadi karena terjadi perbedaan pandangan, maka kasus ini tidak dapat dilanjutkan. Sementara pengambilan kesimpulan harus betul-betul satu pemahaman dan tidak ada istilah voting,” ungkap Syofian.

Sebelumnya diberitakan, inisial S, warga Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda diamankan petugas Panwascam Malunda, karena diduga melakukan politik uang di masa tenang Pilkada Majene, Senin (7/12/2020) sore.(Alim).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top