Pelempar Kitab Suci Divonis 10 Bulan Penjara

  • Whatsapp

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Ince Ni’Matullah salah satu terdakwa pelempar kitab suci, akhirnya divonis bersalah  oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar.

Ketua majelis hakim persidangan, Basuki Wiyono mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, majelis hakim  sependapat dengan tuntutan JPU. Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur  dan diancam pidana dalam Pasal 156 A KUHP.

Bacaan Lainnya

Terdakwa dijatuhi hukum penjara selama 10 bulan, dipotong masa tahanan yang telah dijalani.

“Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah dengan melanggar Pasal 156 A KUHP dan dijatuhi  pidana penjara selama 10 bulan, dipotong masa tahanan,” kata Ketua Majelis Hakim, Basuki Wiyono.

Menanggapi hal itu, terdakwa Ince Ni’Matullah hanya bisa tertunduk dan menyesali segala perbuatannya. Ia juga  mengatakan tidak akan melakukan upaya banding dan menerima putusan yang dijatuhkan hakim.

“Saya terima yang mulia (Majelis Hakim). Saya bersyukur mendapatkan keringanan atas kasus ini,” ucap  Nikmatullah melalui sambungan daring.

Sebelumnya Ince Ni’Matullah pada 9 Juli lalu, diamankan Polres Pelabuhan usai melakukan aksi tidak terpuji  dengan melempar kitab suci.

Hal itu dilakukan Ince Ni’Matullah lantaran kesal disuruh untuk bersumpah oleh tetangganya. Sesuai  pengakuannya di hadapan pihak kepolisian.

Perbuatannya itu dilakukan berawal saat sejumlah tetangganya menuduh dirinya sebagai orang yang kerap  melaporkan aksi judi sejumlah warga di lingkungan tempat tinggalnya.

Kendati ince Ni’Matullah telah melakukan pembelaan diri, para lelaki yang tidak percaya memintanya untuk  bersumpah. Merasa disudutkan, Ince lantas marah ia menuju rumahnya mengambil Al-Qur’an.

Alih-alih menggunakan kitab suci tersebut untuk bersumpah, ia yang tersulut emosi lantas melempar kitab suci  tersebut pada tetangganya.

Aksi ini belakangan telah direkam dan kemudian viral di media sosial. Polisi lantas menanggapi video tersebut dan  menjemput Ince Ni’Matullah dan dijadikan tersangka penistaan terhadap Agama dan kepercayaan.(Jay)