Mentan Resmikan Penggilingan Padi di Bulukumba

  • Whatsapp
Mentan Resmikan Penggilingan Padi di Bulukumba

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meresmikan penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) dan menyalurkan bantuan di Kabupaten Bulukumba, akhir pekan lalu.

Pembangunan RMU berkapasitas 1,5 ton perjam di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba ini merupakan program pengembangan penggilingan padi Kementan untuk meningkatkan kualitas penanganan pasca panen, serap gabah dan kesejahteraan petani.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan saya ini karena saya rindu dengan Bulukumba. Kita mengakselerasi kemajuan pertanian Bulukumba mewakili daerah lain. Yang pasti harus lebih maju dengan pendekatan modern untuk menaklukan tantangan melalui kebersamaan, sehingga menjadi kekuatan membangun pertanian,” kata Mentan SYL dalam laman resminya, dikutip Upeks, Rabu (2/12/2020).

SYL menjelaskan, aspek hilir utama dalam pascapanen yang dibutuhkan RMU, dryer dan alat mesin pertaniannya seperti combine harvester (alat panen padi modern). Hal ini penting, agar terbangun penanganan pascapanen hasil pertanian yang menghasilkan produk pangan berkualitas dengan sistem pengelolaan yang terstruktur.

“Saya bersama Pak Bupati (Bulukumba) memastikan bantuan RMU atau penggilingan padi sudah sampai di tempat sesuai program yang ada. Kita sudah manfaatkan dan ini menjadi bagian yang menstimulan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, Kementan tak hanya menyalurkan bantuan fisik atau input produksi dan pendampingan, tetapi juga menyalurkan fasilitas dana kredit usaha rakyat (KUR) yang benar-benar membantu permodalan dan kemajuan petanian. Dimana tahun ini, Kabupaten Bulukumba telah mendapat KUR sebanyak Rp50 miliar dan ditingkatkan menjadi Rp100 miliar.

“KUR ini salah satu kekuatan di bidang pertanian sesuai yang Bapak Presiden Jokowi minta. Negara benar-benar hadir memfasilitasi menumbuhkan kekuatan stok pangan nasional, dilakukan secara merata di seluruh daerah,” katanya.

Sebab itu, SYL menegaskan untuk memaksimalkan manfaat RMU, seluruh usaha penggilingan padi yang ada di Kabupaten Bulukumba disinergikan dengan program Kostraling (Komando Strategi Penggilingan Padi). Program Kostraling sebagai strategi Kementan bertujuan bagaimana menjaga kestabilan harga komoditas pangan.

“Pendekatan KUR harus kita optimalkan. Tahun 2020 ini kami telah siapkan KUR untuk Provinsi Sulawesi Selatan Rp31 triliun. Selanjutnya, saya titip pesan kepada Bupati agar ada pendampingan Kostraling untuk akses KUR, supaya mereka mampu menyerap gabah petani sebagai upaya menjaga kestabilan harga beras,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menambahkan, peningkatan sarana pasca panen pertanian yang modern dan pengoptimalan pemanfaatan KUR, selain meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, juga untuk meningkatkan peran sektor pertanian terhadap perekonomian nasional. Dengan terbangunnya RMU, petani tidak lagi mengalami gabah yang rusak atau harga jatuh ketika musim hujan.

“Bahkan, dengan adanya paket sarana RMU ini, lembaga tani bisa memproduksi beras kemasan dengan label yang khas. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa jajaran Kementerian  Pertanian harus siap dan hadir untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia,” jelas Suwaandi.

Bupati Bulukumba, Andi Syukri A. Sappewali menyambut kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan bantuan yang disalurkan di Bulukumba dalam rangka peningkatan produksi pangan khususnya penanganan pasca panen.

“Selain tanaman pangan, Bulukumba memiliki potensi peternakan yang diintegrasikan dengan tanaman karet. Luas lahan baku 22.958 hektar, lahan tegalan 31 ribu hektar dan luas lahan padi 44.422 ribu hektar, produksinya 281 ribu ton dengan produktivitasnya 6,5 ton perhektar,” katanya.

“Melihat potensi pertanian ini, kami mengucapkan banyak terima kasih dukungan Bapak Menteri Pertanian, karena masyakat masih mengandalkan sektor pertanian,” katanya.

Adapun bantuan yang disalurkan Kementan untuk Kabupaten Bulukumba senilai Rp8,43 miliar. Selain bantuan RMU dan bangunan, bantuan lainnya terdiri dari pengembangan padi lahan kering, pengembangan padi bebas residu, benih padi inbrida, jagung hibrida, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, alat mesin pertanian. Kemudian bantuan perpompaan besar dan kecil, embung, revitalisasi tanaman lada, perluasan tanaman pala dan kapas, pemiliharaan kebun induk kelapa, benih lada, pala, kepala genjah dan benih kapas. (eky)

Pos terkait