Harga dan Pasokan Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru di Gowa Aman

  • Whatsapp
Harga dan Pasokan Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru di Gowa Aman

Harga dan Pasokan Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru di Gowa Aman

GOWA, UPEKS.co.id–Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Kamsina berharap harga dan stok  kebutuhan pokok di Kabupaten Gowa aman jelang natal dan tahun baru 2012.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikannya saat membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa  secara virtual di Peace Room A’Kio Kantor Bupati Gowa, Rabu (2/12/2020).

Lanjut Kamsina, dalam rangka menjaga laju inflasi yang renda dan stabil sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi  yang berkesinambungan yang akan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka  perlu dilakukan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi yang  ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kamsina yang juga Inspektur Inspektorat Kabupaten Gowa ini menyebutkan, TPID kabupaten/kota memiliki tugas untuk melakukan pengumpulan data dan informasi perkembangan  harga kebutuhan pokok dan jasa pada tingkat kabupaten.

“Kemudian TPID menyusun kebijakan pengendalian inflasi pada tingkat kabupaten/kota dengan memperhatikan  kebijakan pengendalian infasi pada Nasional dan Provinsi,” ujar Kamsina.

Selain itu, tugas lain dari TPID dalam rangka mejaga inflasi agar tetap rendah dan stabil yaitu melakukan upaya  untuk memperkuat sistem logistik pada tingkat kabupaten dan melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali  Inflasi Pusat dan Provinsi.

“Kemudian yang terakhir TPID melakukan langkah-langkah dalam rangka penyelesaian hambatan dan  permasalahan pengendalian inflasi pada tingkat kabupaten/kota khususnya di Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kamsina menjelaskan untuk melaksanakan tugas tersebut maka perlu menerapkan 4 K sebagai  strategi pengendalian inflasi yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan  komunikasi yang efektif.

“Pelaksanaan High Level Meeting TPID ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan komunikasi yang efektif  dalam pengendalian inflasi dan menjadi media interaktif bagi seluruh pihak untuk melakukan koordinasi dan  kerjasama yang harmonis dalam upaya mewujudkan kestabilan inflasi di Kabupaten Gowa,” jelasnya.

Dirinya menambahkan untuk pengendalian infalsi Pemerintah Kabupaten Gowa telah melakukan berbagai  program dan kegiatan, seperti pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, pengawasan penggunaan LPG,  pembelian barang kebutuhan masyarakat secara online untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kemudian kita melakukan pemantauan dan analisis harga pangan strategis, pengawasan dan pengambilan  sampel kandungan makanan, pasar murah daging ayam dan olahan daging ayam oleh Dinas Peternakan dan  Perkebunan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomi dan Administrasi Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulsel, Since Erna Lamba dalam pemaparannya menyebutkan bahwa sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat aman,  seperti beras tersedia 660.219 ton, jagung 100.800 ton , daging sapi 1.827 ton, daging ayam 11.249 ton, telur ayam  26.885 ton, minyak goreng 7.850 ton, gula pasir 28.731 ton, cabe rawit 3.804 ton, cabe merah 2.661 ton, bawang  3.984 ton.

“Berdasarkan data ketersediaan kebutuhan ini menunjukkan 10 komoditas masih Surplus,” ungkap Since Erna  Lamba.(Sofyan)

Pos terkait