Besok, Debat Publik Ketiga Pilwalkot Makassar, Digelar Pagi Hari

  • Whatsapp
Besok, Debat Publik Ketiga Pilwalkot Makassar, Digelar Pagi Hari

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Debat Publik Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Makassar 2020 ketiga dijadwalkan akan digelar pada Jumat pagi (4/12/2020) di Jakarta. Sekadar diketahui, KPU Makassar awalnya merencanakan debat pamungkas ini digelar di Makassar. Namun, akhirnya kembali digelar di ibu kota.

Komsioner KPU Makassar Endang Sari mengatakan, perubahan lokasi debat terpaksa harus dilakukan karena pihak kepolisian selaku penanggungjawab keamanan tidak mengizinkan debat dilaksanakan di Makassar.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada pilihan alternatif lain untuk dilaksanakan di Makasar. Tidak ada opsi kami dari perspektif keamanan sebagai penanggungjawab. Maka harus melaksanakannya di luar Makassar. Karena pertimbangan keamanan dan pencegahan protokol kesehatan. Hasil kajian kepolisian Makassar masih zona merah dari sisi keamanan dan dari sisi terjadinya kerumunan massa,” ujarnya, saat melakukan jumpa pers di Hotel Four Point, belum lama ini.

Endang mengatakan, KPU Makassar juga berkepentingan agar Debat Publik digelar di Makassar. Karena kepadatan agenda KPU menjelang pencoblosan mengharuskan komisioner berada di Makassar untuk menyelesaikan seluruh hal teknis tahapan. Namun, dari perspektif keamanan, Debat Publik tidak mungkin dilakukan di Makassar, maka mau tak mau KPU Makassar kembali menggelar Debat Publik di Jakarta.

“Kami sebagai penyelenggara merasa debat publik ini tahapan penting karena debat publik masyarakat bisa menentukan seperti apa pemimpin yang akan dipilih. Kami sempat diberikan alternatif tidak dilaksanakan debat ketiga. Tapi debat harus dilaksanakan karena debat adalah referensi masyarakat untuk menentukan pilihan,” ujarnya.

Endang mengatakan, untuk Debat Ketiga ini, keempat pasangan calon diminta untuk berdebat soal tema tentang perlindungan disabilitas, perempuan dan anak, bagaimana strategi penanggulangan kemiskinan, dan komitmen anti narkoba.

“Keamanan untuk debat di Jakarta tetap berlapis. Tapi kami meminta kedewasaan pendukung paslon. Tentu kita tidak inginkan gesekan pendukung yang korban adalah pendukung. Tidak melukai secara verbal dan fisik. Saya kira damai adalah segala galanya,” tandas Endang. (jir)

Pos terkait