ANEKA

Bea Cukai Awasi Masuknya Ponsel Ilegal di Makassar

Bea Cukai Awasi Masuknya Ponsel Ilegal di Makassar

MAKASSAR, UPEKS.co.id —Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B  Makassar, awasi ponsel ilegal yang masuk di Indonesia, terkhusus yang masuk di wilayah kota Makassar.

Hal itu dilakukan, karena mulai 18 April 2020 lalu, ponsel yang dibeli di luar negeri wajib didaftarkan nomor  International Mobile Equipment Identity (IMEI)-nya, agar bisa terhubung dengan layanan operator seluler yang  beroperasi di Indonesia.

“Kebijakan ini diambil untuk menekan pemakaian barang ilegal di Indonesia atau black market, ” kata Kasi  Penyuluhan dan Layanan Informasi, Satria saat Media Breafing di Hotel Gammara, Selasa (8/12/20).

Pendaftaran atau registrasi IMEI ponsel yang dibeli di luar negeri jelas Satria, bisa dilakukan di kantor Bea Cukai  tempat kedatangan sang pembeli perangkat tersebut atau bisa mendaftar langsung melalui website yang sudah  disediakan Bea Cukai.

“Data kelengkapan untuk mendaftarkan IMEI ponsel itu bisa diisi secara mandiri lewat situs yang telah disediakan  atau melalui aplikasi Mobile Bea Cukai, lanjut Satria.

Di situs dan aplikasi Bea Cukai tadi terang Satria, pembawa barang HKT (handphone, komputer genggam, dan  tablet) dari luar negeri bisa mengisi formulir yang disediakan.

“Aturan itu diterapkan 18 April 2020 dan laporan diterima mulai Agustus. Ada sekitar 15 perangkat yang dilaporkan.  Kalau ada Handphone yang masuk secara ilegal, pasti akan terblokir dan tidak bisa digunakan, ” terangnya.

Menurut Satria, Bea Cukai kerjasama dengan Kominfo dan tugas Kominfo yang mengaktifkan IMEI Handphone itu.

“Kalau misalnya wisatawan asing masuk di Indonesia dan hanya sebentar, itu tidak masalah. Handphone ilegal  memang kerap masuk lewat bandara dan pelabuhan atau jasa pengiriman, ” tutupnya.(Jay)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top