ANEKA

Bantuan Kementan Telah Dimanfaatkan Gapoktan di Muna

Bantuan Kementan Telah Dimanfaatkan Gapoktan di Muna

MUNA,UPEKS– Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menyalurkan bantuan dana kepada kelompok-
kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia pada tahun 2020.

Nominal bantuan yang disalurkan pun bervariasi, berkisar Rp30 juta per-gabungan kelompok tani (Gapoktan),  tergantung dari jumlah lahan yang dimiliki dan diusulkan oleh Dinas Pertanian (Distan) setempat kepada Dirjen  Sarana dan Prasarana Kementan RI.

Di Kabupaten Muna sendiri, tercatat 89 Gapoktan yang telah menerima bantuan tersebut dan sudah dirasakan  manfaatnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Holtikultura Distan Muna, La Ode Armadan  menjelaskan, proses hadirnya bantuan tersebut diawali dengan usulan dan permintaan dari para petani akan  kebutuhan pupuk organik.

Pupuk yang diinginkan petani adalah pupuk organik cair Biota Plus, dimana pupuk jenis ini telah terbukti  manfaatnya dalam meningkatkan produksi tanaman jagung dan padi yang harganya pun lebih terjangkau.

Ada beberapa alasan pupuk ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan, antara lain bahwa produk ini telah  melalui uji efektivitas oleh Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra. “Produk ini juga telah disosialisasikan sebelumnya kepada poktan di Muna yang dilakukan oleh pihak penyedia dalam hal ini PT Tri  Harmoni Abadi,” jelasnya via seluler, Jumat (4/12/20).

Bantuan Kementan Telah Dimanfaatkan Gapoktan di Muna

Armadan mengatakan, Poktan tidak perlu khawatir sebab produk Biota Plus memiliki garansi. Dimana, pihak penyedia pupuk bersedia mengembalikan dana bila tidak terjadi peningkatan produksi.

“Dari permintaan petani, kemudian disusulkan ke Distan Muna dan ditindaklanjuti. Jadi pupuk ini muncul atas  permintaan petani. Jadi petani yang buat proposal ke kami, nah itu yang kita teruskan ke Kementan RI,” terangnya.

Armadan menepis jika pihaknya dituding telah melakukan pemufakatan dengan perusahaan penyedia pupuk Biota  Plus. Pasalnya, proses penyaluran bantuan dalam bentuk dana tunai itu ditransfer langsung ke rekening poktan.

Kemudian Poktan yang diwakili oleh ketua bersama bendahara gapoktan mencairkan dana tersebut di bank yang  ditunjuk.

“Kemudian beberapa hari kemudian datanglah pupuk organiknya. Tugas kami mengawal bantuan ini sampai di  tangan petani dan memastikan bantuan itu sudah sesuai dengan permintaan petani,” terangnya.

Meski demikian, Armadan menyadari ada beberapa keluhan yang ditemukan dalam proses penyaluran bantuan  hingga ke tangan Poktan. Akan tetapi, ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh  petani dalam meningkatkan produksi jagung dan padi sehingga kesejahteraan petani juga ikut terpenuhi.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sepatokong Desa Komba-komba, Kecamatan Kabangka, La Ode Umar mengakui jika bantuan pupuk cair Biota Plus tersebut merupakan permintaan petani yang diusulkan melalui Distan Muna.

“Jadi begini, sebelumnya kita adakan demplot dengan pupuk organik cair Biota Plus itu hari di Komba Komba,  setelah kita gunakan ternyata bagus hasilnya, makanya kita buat usulan, sekarang sudah dipakai oleh masyarakat  petani. Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” ujarnya.(rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top