ANEKA

1600 Honorer Dinkes Enrekang Tak Dibayar Upahnya, DPRD Panggil Kadis Kesehatan

1600 Honorer Dinkes Enrekang Tak Dibayar Upahnya, DPRD Panggil Kadis Kesehatan


RDP. DPRD Enrekang memenuhi janjinya untuk memanggil Dinas Kesehatan Enrekang untuk melakukan hearing atau Rapat dengar pendapat (RDP) terkait belum dibayarkannya gaji para tenaga honorer di bawah naungan
Dinkes Enrekang.

ENREKANG,UPEKS.co.id— Terkait kasus Tenaga Honorer Dinkes Enrekang yang tidak dibayarkan selama enam  bulan, DPRD Enrekang memenuhi janjinya melakukan hearing atau Rapat
Dengar Pendapat (RDP) Dengan menghadirkan Kadis Kesehatan Enrekang Sutrisno dan Kepala Badan  Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Enrekang Nurjannah Mandeha.

Rapat Dengar Pendapat gabungan Komisi ini berlangsung di ruang sidang Kantor DPRD Enrekang, Kelurahan  Puserren, Kecamatan Enrekang, Jumat (4/12/2020) sore.

Dalam kesempatan itu, hampir semua anggota dewan yang hadir meminta penjelasan Kadis Kesehatan Enrekang  penyebab sehingga gaji atau upah para honorer dan uang jaga petugas medis di Dinas Kesehatan belum  terbayarkan hingga beberapa bulan.

Ismail Jafar anggota DPRD dari Partai Golkar mengatakan, Dinkes perlu menjelaskan letak permasalahan  sehingga gaji atau upah 1600 Tenaga Honorer tersebut sampat tidak dibayarkan padahal sebenarnya itu sudah  jelas dialokasikan anggarannya terkait pembayaran gaji honorer di APBD 2020.

“Yang jadi pertanyaan kenapa bisa tidak ada uang untuk bayarkan anggaran itu. kemana anggaran untuk itu?  karena saya kira kan sudah jelas anggaran peruntukan untuk mereka. Kalau sampai tidak dibayarkan saya tidak  bisa mengerti, harusnya apapun caranya harus dibayarkan,” kata Ismail.

Hal yang sama juga disampaikan Legislator PBB, Runjaya Kasmidi juga meminta kejelasan kenapa Dinkes tidak  bisa bayarkan gaji bagu honorer.

Apalagi, kalau laporan dari BPKD pencairan soal upah dari Badan Keuangan ke Dinkes selama ini lancar saja  sampai Bulan Oktober.

“Apalagi ini soal upah ini kan hal wajib untuk dibayarkan. Harusnya tidak boleh ada kata tidak ada uang untuk  bayarkan karena sudah ada dalam perencanaan di APBD,” ujar Runjaya.

Untuk itu, Rahmat Ketua Komisi III, dengan tegas meminta tanggungjawab Sutrisno selaku Kadis Kesehatan untuk  menyelesaikan masalah tersebut.

” Saya minta sisa Upah mereka yang belum dibayarkan segera diselesaikan. Saya tidak mau tau, ini adalah  tanggungjawab Kadis Kesehatan. Berikan hak mereka, carikan jalan keluarnya seperti apa. Seharusnya upah para  tenaga honorer itu diprioritaskan karena itu hak mereka”. Tegas Rahmat.

Dicecar berbagai pertanyaan, Kadinkes Enrekang, Sutrisno menjelaskan, pihaknya sudah membayarkan gaji  tenaga honorer hingga Oktober dalam dua tahap pencairan pekan lalu.

“Kami sudah bayarkan gaji mereka Juli-Agustus kemarin, dan September-Oktober hari ini ( Jumat) kita sudah  cairkan. Sisa November dan Desember yang belum,” jelas Sutrisno.

Dia mengatakan, faktor penyebab tersendatnya pembayaran gaji dan uang jaga tenaga honorer dan medis di  Dinkes Enrekang dikarenakan adanya pemotongan anggaran DAU dari Pusat.

Menurutnya hal tersebut sangat berdampak pada kondisi keuangan. Sementara dari awal adanya kasus pandemi  Covid-19 anggaran Tim TRC Covid-19 Dinkes belum cair sehingga itu yang dijadikan prioritas untuk dibayarkan  terlebih dahulu.

Apalagi terkait jasa Tim pengantaran pasien Covid-19 beberapa kali ke Makassarkan juga penting dibayarkan  operasional mereka, dan tak mungkin ditunda dibayar karena sifatnya mendesak dan harus segera ditangani.

Kadiskes menjelaskan total dana DAU yang harus dibayarkan di Dinkes Rp 5,7 Miliar sementara itu baru berapa  yang cair di Keuangan. Padahal semua kegiatan di Dinkes itu sifatnya penting dan prioritas.

” Semuanya urgent untuk diberi anggaran, sisa kita harus bijak dalam pengalokasian anggaran. Tekait uang jasa  Covid atau haga itu nilainya Rp 1,4 miliar itu masuk kegiatan operasional,” terang Sutrisno.

Meski terindikasi sulit untuk terpenuhi,namun Sutrisno mengatakan akan berupaya mencari jalan keluar agar upah
tenaga honorer dan uang jaga para tenaga medis di Puskesmas bisa dibayarkan sepenuhnya. (Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top