Tingkatkan Produksi Pertanian, Mentan Serahkan Bantuan di Soppeng

  • Whatsapp
Tingkatkan Produksi Pertanian, Mentan Serahkan Bantuan di Soppeng

Tingkatkan Produksi Pertanian, Mentan Serahkan Bantuan di Soppeng

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahakan bantuan sarana dan prasarana
produksi pembangunan pertanian di Desa Leworeng, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, belum lama  ini.

Bacaan Lainnya

Bantuan ini merupakan bagian dari program jangka panjang Kementan, untuk mempercepat dan meningkatkan
produksi pertanian pada musim tanam 2021 mendatang.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ada beberapa target khusus yang harus dibangun bersama agar  pertanian di Kabupaten Soppeng memiliki tingkat kemajuan yang super cepat, sehingga hasil panen yang ada  mampu memenuhi kebutuhan lokal dan kebutuhan nasional.

Terkait hal ini, Kementan menyerahkan bantuan pertanian sekitar Rp24 miliar, yang terdiri dari bantuan benih padi,  benih jagung dan palawija. Kementan juga menyerahkan bantuan alat mekanisasi berupa mesin traktor, serta  bantuan KUR sebagai upaya pemerintah dalam mensejahterakan para petani.

“Bagi saya bantuan ini hanya formalitas saja, karena yang saya tuntut besok adalah pertanian di Kabupaten  Soppeng harus jauh lebih maju lagi. Saya mau Soppeng menjadi andalan pertanianya se-Indonesia. Harus bisa 4  kali tanam dalam setahun. Karena itu kita beri bantuan varietas padi yang super cepat (genjah),” kata Syahrul
dalam keterangan resminya, yang diterima Upeks, Rabu (25/11/2020).

Berikutnya, menurut Mentan, pihaknya akan terus mengintervensi penggunaan Alsintan di seluruh area pertanian  yang ada. Lalu meningkatkan budidaya strategis, agar lebih menguatkan posisi ekspor dengan sentuhan SDM  yang unggul.

“Saya berharap semua bantuan yang masuk ke kabupaten Soppeng, termasuk bantuan KUR untuk  mengkorporasikan pertanian disini tidak ada korupsinya. Sebab saya tidak suka itu,” tegasnya.

Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan pencapaian peningkatan produksi beras  tahun 2020, merupakan hasil yang diperoleh dari strategi dan kebijakan Menteri Syahrul Yasin Limpo dalam  mewujudkan komitmen membangun ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data BPS, produksi beras dari Januari-Desember mencapai 31,49 juta ton, sementara konsumsi  beras di tahun 2020 kurang dari 30 juta ton, prediksi stok akhir 2021 sebesar 6-7 juta ton yang cukup untuk  konsumsi hingga awal tahun 2021.

“Stok beras awal 2020 kita mulai dari 5,9 juta ton dan kita sudah melakukan musim tanam I dan II. Sulawesi Selatan  salah satu sentra produksi beras nasional, sehingga produksi beras di Kabupaten Soppeng harus terus kita  tingkatkan dan jaga kualitasnya,” katanya.

Sekadar diketahui, Sulawesi Selatan memiliki luas baku sawah 654.818 ha dengan luas panen padi 2020 sebesar  979.053 ha, produksinya setara 2,7 juta ton beras. Sementara Kabupaten Soppeng sendiri memiliki luas baku  sawah 28.355 ha.

“Luas panen padi 2020 Kabupaten Soppeng mencapai 48.575 hektar, menghasilkan setara 151.035 ton beras. Ini  hasil yang luar biasa dan di tahun depan kita bantu tingkatkan lagi,” terang Suwandi.

Suwandi menjelaskan implementasinya di lapangan dukungan nyata Kementan yakni menyalurkan bantuan  kepada petani berupa bibit unggul, pupuk berkualitas, mekanisasi pertanian modern yang mempercepat olah  tanah, tanam dan panen, bantuan asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.

Pjs Bupati Soppeng, Idham Kadir Dalle menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan Kementan  terhadap kondisi dan potensi pertanian di Kabupaten Soppeng. Menurutnya, Kementan sudah memberi keyakinan, Soppeng adalah daerah yang mampu menjadi barometer Pertanian Indonesia.

“Terimaksih kami diberi bantuan benih padi hibrida 100 ribu kilogram atau seluas 4000 hektare. Kemudian ada  bantuan benih lainya seperti bantuan benih jagung dan sektor perkebunan lainya. Kami juga diberi bantuan  peremajaan tanaman kakau dan pembuatan infrastruktur irigasi, DAM parit serta pembuatan embung. Sekali lagi  terimakasih,” pungkasnya. (akink).

Pos terkait