Tim PkM UMI Pendampingan Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng di Maros

  • Whatsapp
Tim PkM UMI Pendampingan Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng di Maros

Tim PkM UMI Pendampingan Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng di Maros

MAKASSAR.UPEKS.co.id—Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI laksanakan Pengabdian  kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan Dr. Ir. Kasmawati, MP. dan Dr. Ir. Hasrun, M.Si.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini bentuk implementasi dari program tri dharma perguruan tinggi dengan melaksanakan PkM bertema
Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Tinggi” Di Desa Bonto  Bahari Kec. Bontoa Kab. Maros, 28 September 2020.

Kasmawati mengungkapkan, komoditas ikan bandeng di Maros merupakan produk unggulan yang cukup dikenal  dan diminati masyarakat, baik konsumen lokal maupun dari berbagai daerah lain.

Hanya,bila musim panen tiba, produksi melimpah menyebabkan harga jual menurun bahkan mengalami kerugian karena biaya produksi lebih tinggi di banding harga jual.

“Masalah utama yang dihadapi kelompok wanita tani “Laskar Jaya Bahari” (isteri-isteri pembudidaya ikan bandeng  ) adalah belum diketahui bagaimana cara meningkatkan nilai jual ikan bandeng. Pasalnya, selama ini dijual dalam bentuk segar setelah di panen.

”Selama ini masyarakat hanya mengenal olahan bandeng. bakar, goreng, dan bandeng presto. Di sisi lain,  Generasi milenial saat ini kurang senang mengkonsumsi ikan utuh malah sebaliknya, menyenangi makanan yang  siap saji, tidak amis, dan praktis, ungkapnya.

Olehnya itu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan kenyamanan dan  keamanan mengkonsumsi jenis ikan bandeng dan untuk meningkatkan nilai jual, menambah penghasilan, maka di lakukan diversifikasi olahan ikan bandeng.

Hal ini juga sejalan dengan terobosan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengajak semua lapisan masyarakat agar gemar dan mengkonsumsi ikan yang di kenal dengan istila GEMARIKAN (Gerakan  Masyarakat Makan Ikan), urainya.

Hasrun menambahkan, pihaknya melakukan penyuluhan dan pendampingan mengenai, mengenal ikan bandeng  yang baik, Teknik pengeluaran duri, Pengemasan ikan Bandeng tanpa duri ( BATARI), krispi BATARI dan  penyajian di dalam box “Batari Krispi”.

Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang teknologi  pengolahan ikan bandeng tanpa duri , krispi BATARI, dan pengemasan dalam box siap dipasarkan, paparnya.

Kelompok para ibu nelayan atau ibu petambak “laskar jaya bahari” berminat dan mau mengaplikasikan teknologi  ini sebagai upaya meningkatkan nilai jual ikan bandeng.

Selain itu memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga dan menciptakan  lapangan kerja baru.

Kegiatan PKM pengolahan ikan bandeng tapa duri dan Krispi bandeng tanpa duri disambut posit peserta  pelatihan, tambahnya.

Kepala Desa Bonto Bahari, H. Muh. Ilyas dan Ketua Kelompok Laskar Bahari, Marhumi, berterima kasih dan  penghargaan setinggi-tingginya kepada UMI melalui melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM)  yang telah memberikan keterampilan yang sangat berharga.

Sebelumnya banyak warga menghabiskan waktu tanpa ada kegiatan khusus, dengan adanya ilmu dan  keterampilan yang diberikan. Kelak mereka akan praktikkan ilmu yang diperoleh. Kegiatan dapat dilakukan  disela-sela kegiatan mengurus rumahtangganya dan dapat menjadi alternatif usaha, kesannya. (rls).