Tak Miliki IMB dan tak Sesuai Tata Ruang, Proyek Pembangunan PAUD Dipindahkan

  • Whatsapp
Tak Miliki IMB dan tak Sesuai Tata Ruang, Proyek Pembangunan PAUD Dipindahkan
PROYEK. Proses pengerjaan PAUD Percontohan yang lokasinya di pindahkan ke Kelurahan Leoran, KecamatanEnrekang. (Foto: Sry).

 

Tak Miliki IMB dan tak Sesuai Tata Ruang, Proyek Pembangunan PAUD Dipindahkan

PROYEK. Proses pengerjaan PAUD Percontohan yang lokasinya dipindahkan ke Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang. (Foto: Sry).

ENREKANG,UPEKS.co.id – Proyek pembangunan gedung PAUD Percontohan senilai Rp 1 miliar yang rencananya akan dibangun di area terminal baru sekitar Sungai Saddang (Swiss), Kelurahan Juppandang,  Kecamatan Enrekang dibatalkan.

Bacaan Lainnya

Padahal beberapa hari yang lalu Bupati Enrekang, Muslimin Bando telah melakukan peletakan batu pertama pada  tanggal 15 Oktober lalu dan bahkan proses pembangunannya sudah mulai berjualan.

Pembatalan lokasi Paud tersebut dikarenakan lokasi rencana awal pembangunan gedung PAUD tersebut tidak  memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena tidak sesuai dengan aturan tata ruang di Kabupaten Enrekang.

Oleh karena itu,proyek pembangunan gedung PAUD tersebut terpaksa harus dipindahkan ke belakang kantor  Dinas Infokom Statistik di Kelurahan Leoran, Kecamatan Enrekang.

Dari pantauan Upeks,Rabu (11/11/2020), tidak ada lagi kegiatan yang dilakukan para pekerja di lokasi proyek  tersebut.

Hanya tampak sisa-sisa material bangunan seperti pasir dan sirtu di lokasi Swiss Enrekang dan juga beberapa  pondasi bangunan yang telah terlanjur dikerjakan.

Informasi yang kami peroleh,sejumlah personel Polres Enrekang sempat mendatangi lokasi proyek di area Swiss  sebelum akhirnya dihentikan dan dipindahkan lokasinya.

Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Saharuddin saat dikonfirmasi membenarkan terkait hal tersebut.

“Iya kemarin kita koordinasi agar tidak membangun di lokasi itu karena tidak ada IMBnya dan juga belum ada  perizinan terkait lingkungannya,” kata AKP Saharuddin.

“Jadi itu tidak diproses hukum, hanya koordinasi untuk dipindahkan lokasinya,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan Enrekang, Gunawan Rasyid mengakui pihaknya  terpaksa harus memindahkan lokasi pembangunan Gedung PAUD ke belakang kantor Diskominfo Enrekang.

Menurutnya, proyek itu dipindahkan lokasinya ke belakang Diskominfo karena dinilai lebih strategis, sesuai tata  ruang dan persuratannya juga telah lengkap.

“Kalau yang kemarin memang tidak stratgis. Sebenarnya lahan kemarin itu aset daerah ji, cuma hanya persoalan  tata ruang masalahnya. Makanya cepat dipindahkan karena antisipasi jika memang tak penuhi aturan tata ruang  nantinya,” ujar Gunawan.

Ia pun mengakui, bahwa sejumlah anggaran memang sudah ada yang digunakan meski jumlahnya belum  signifikan, karena yang sudah dikerjakan baru sebatas pondasi saja.

“Anggaran yang digunakan belum seberapa tapi yang tau jumlah pastinya itu bendahara. Progresnya disana  kemarin mungkin sudah ada satu persen, tapi karena kondisi tidak strategis jadi dipindahkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan proyek gedung satu lantai itu dijadwalkan harus rampung di Bulan Desember  2020 ini.

Dengan Pagu anggaran senilai Rp 1 miliar dengan rincian untuk bangunan Rp 900 lebih dan ada anggaran  wahana permaiannan Sekitar Rp 150 juta.

Terpisah Bupati Enrekang, Muslimim Bando mengatakan, pemindahan lokasi proyek itu dilakukan bukan karena  persoalan lahan itu aset provinsi.

Sebab, menurutnya lahan tersebut memang sudah menjadi aset Pemkab, hanya saja memang persoalan aturan  tata ruang yang menjadi kendala.

“Itu bukan persoalan aset dengan provinsi, tapi masalahnya soal tata ruang saja. Apalagi itu anggaran APBN. Jadi  kita tak mau pikir yang aneh-aneh jadi kita cari aman saja yang penting proyek itu aman deh,” tuturnya.

Proyek Gedung PAUD percontohan akan dibangun di atas lahan seluar 28,2x 24 meter atau sekitar 630 meter  persegi.

Bangunan itu menggunakan Anggaran APBN sebesar sekitar Rp 1 miliar dari Kementerian Pendidikan RI tahun  2020.

Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk membangun 3 ruang kelas,1 ruang guru, toilet 8 buah.

Dengan rincian 6 toilet untuk siswa, 1 untuk guru dan 1 untuk difabel, UKS 1 unit, Aula terbuka untuk rapat, dapur,  perpustakaan,gudang dan ruang penjaga dan mobiler. (Sry)

Pos terkait