PARIWARA

Penyakit Jantung Bawaan Lahir, Orang Tua Akrimsyah Optimis Anaknya Bisa Sembuh

Penyakit Jantung Bawaan Lahir, Orang Tua Akrimsyah Optimis Anaknya Bisa Sembuh

Narasumber : Saharibi (52)

Wakatobi, Upeks.co.id – Muhammad Akrimsyah (20) harus berjuang melawan penyakit jantung pada usia yang masih sangat muda. Sulung dari tiga bersaudara ini telah melewati serangakaian terapi, pengobatan, hingga terakhir operasi jantung pada bulan Maret silam.

Lahir dan tumbuh dalam kondisi sehat merupakan harapan seluruh orang tua terhadap tumbuh kembang anaknya, begitu juga yang menjadi pengharapan dari orang tua Akrimsyah. Namun harapan tersebut belum berpihak terhadap keduanya, mengingat Akrimsyah harus lahir dengan penyakit jantung bawaan.

“Menurut dokter, penyakit jantung yang diderita Akrim adalah penyakit bawaan dari lahir. Namun meskipun begitu kami percaya bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan selama kita terus berusaha dan berdoa,” Ujar Saharibi (52), ayah Akrim, kepada Jamkesnews, Jumat (16/10).

Akrim memang telah menjalani serangkaian pengobatan, tercatat Akrim pernah menjadi pasien poli jantung pada beberapa rumah sakit, diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah Wakatobi, Rumah Sakit Bahteramas Kendari, Rumah Sakit Pendidikan Unhas, dan Pusat Jantung Terpadu Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo di Makassar.

“Sejak kecil Akrim memang sering mengeluh mengalami sakit pada bagian dada, namun hal tersebut hanya berlangsung sebentar dan setelah itu pulih kembali. Penyakit ini mulai mengganggu dan menyiksa anak saya pada tahun 2018 silam. Sejak saat itu, kami telah berkeliling rumah sakit dari Wakatobi, Kendari sampai di Makassar agar Akrim dapat sembuh dari penyakitnya,” lanjut Saharibi.

Saat ini kondisi Akrim telah jauh menunjukkan perbaikan sejak menjalani operasi pada bulan maret silam di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Namun, Akrim masih rutin melakukan kontrol untuk memantau perkembangan kesehatannya. Selama dalam pengobatan, Akrim menggunakan kartu JKN-KIS dan tidak sedikit pun mengeluarkan biaya karena semuanya sudah ditanggung oleh Program JKN-KIS.

“Kami tentu sangat bersyukur karena kondisi Akrim yang semakin hari semakin baik. Selain itu kami sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, karena telah menjamin kepastian pelayanan dan seluruh biaya berobat anak kami. Kami punya semangat dan keyakinan yang tinggi tidak terlepas dari adanya Kartu JKN-KIS yang kami gunakan untuk berobat. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan pasti kami telah menjual aset yang kami miliki untuk berobat,” ujar Saharibi. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top