Optimalisasi Apotek Online, BPJS Kesehatan Diskusi Bersama IFRS se-Pulau Ambon

  • Whatsapp
Optimalisasi Apotek Online, BPJS Kesehatan Diskusi Bersama IFRS se-Pulau Ambon

Optimalisasi Apotek Online, BPJS Kesehatan Diskusi Bersama IFRS se-Pulau Ambon

Ambon, Upeks.co.id – BPJS Kesehatan Cabang Ambon mengadakan pertemuan optimalisasi pelaksanaan pelayanan apotek online Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Ambon, Jumat (23/10). Kegiatan ini dihadiri oleh petugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) mitra BPJS Kesehatan se-Pulau Ambon.

Bacaan Lainnya

Apotek online adalah adalah sistem aplikasi pelayanan apotek BPJS Kesehatan berbasis web yang merupakan salah satu proyek pengembangan sistem aplikasi untuk mendukung operasional BPJS Kesehatan sesuai bisnis proses dalam pencatatan penagihan biaya obat oleh fasilitas kesehatan.

Berbagai manfaat dalam implementasi apotek online bagi Apotek/IFRS di antaranya menyederhanakan proses peng-entry-an klaim obat diluar paket INA-CBGs oleh apotek/IFRS, meningkatkan akurasi peng-entry-an data klaim apotek, efisiensi SDM dan waktu, serta proses penagihan klaim obat luar dapat tepat waktu.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Dahrul Muluk mengatakan bahwa belum semua IFRS se-Pulau Ambon menjalankan apotek online. Dengan begitu, diperlukan diskusi untuk mencari solusi bersama agar tagihan obat dalam aplikasi apotek online dapat berjalan.

“Berdasarkan evaluasi, implementasi apotek onlinekhususnya tagihan obat belum berjalan sepenuhnya di seluruh IFRS. Oleh karena itu pada kesempatan ini kita adakan diskusi kira-kira apa saja yang menjadi hambatan dan mencari solusi bersama supaya tagihan obat bisa berjalan lancar,” kata Dahrul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr H Ishak Umarella, Mila K. Lakuari mengatakan bahwa apotek online sangat memudahkan petugas di IFRS dalam menginput obat di rumah sakit.

“Apotek online ini memudahkan kita yang bekerja di instalasi farmasi untuk langsung mendata obat di rumah sakit. Pasien lebih mudah mendapatkan obat. Jadi tidak harus ke dokter atau ke poli lagi untuk mendapatkan obat, tapi pasien bisa langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan obat-obat tersebut, seperti obat penyakit kronis,” kata Mila. (Jamkesnews)

Pos terkait