ANEKA

Literasi Kurang, Berdampak Pada Kesiapan Menghadapi Covid-19

Literasi Kurang, Berdampak Pada Kesiapan Menghadapi Covid-19

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Tokoh literasi Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma memosisikan literasi sebagai  kebutuhan pokok atau utama. Bahkan, sejak abad 13, Sulsel sudah terkenal dengan semangat literasinya, melalui  Karaeng Pattingalloang sebagai sosok utama kemajuan literasi Sulsel di zaman dulu.

Namun, saat ini semangat literasi mulai menurun. Penurunan literasi tersebut akhirnya berdamapk pada kesiapan  dalam menghadapi Covid-19.

“Kenapa kita menghadapi gelombang Covid-19. Di akhir 2019 informasi tengang Covid-19 sudah ada, akan ada  tragedi besar terjadi di Wuhan. Tetapi Indonesia menganggap bahwa itu dianggap tidak masuk di indonesia  makanya tidak ada persiapan,” ujarnya saat jadi pembicara dalam Diskusi Lawan Covid-19 Bersama Harian  Ujungpandang Ekspres, di gedung Graha Pena, lantai 3, Jumat (20/11/2020).

Seharusnya, kata Bachtiar ada upaya literasi ke masyarakat agar bersiap untuk menghadapi Covid-19. Termasuk  di bidang pendidikan. Pembelajaran daring yang kurang maksimal pelaksanaannya menunjukkan adanya  ketidaksiapan menghadapi Covid-19 dalam aspek pendidikan.

“Tidak ada dalam pikiran guru-guru, Kadis Pendidikan, dan pada murid bahkan tidak membicarakan sekolah  memprakarsai bagaimana menyambut bencana ini. Sampai anak anak diliburkan. Ini bukti tidak kesiapan literasi,”  ujarnya.

“Anak-anak kita tidak siap menghadapi Covid pembelajaran beralih ke online Pertanyaannya dalam proses belajar  daring kami orang tua tidak diberikan literasi pada pemerintah bahwa tolong kumpulkan orantua bagaimana teknis  pembelajaran daring,” tambah Sekjend Asosiasi Penulis Profesional itu.

Maka dari itu, Bachtiar menyimpulkan, dimensi literasi dalam menghadapi Covid-19, khususnya menyangkut aspek  edukasi penanganan Covid sangat rendah sekali.

“Kita hanya dalam aspek kesehatan. Tapi aspek edukasi kurang.  Masyarakat kita sekarang tidak ada lagi yang mau pakai masker. Kita juga tidak mau salahkan. Jalur edukasi ini  tidak ada pemecahan masalahnya,” tandasnya. (jir).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top