Kartu JKN di Dompet, Sakit Kini Tak Lagi Risau

  • Whatsapp
Kartu JKN di Dompet, Sakit Kini Tak Lagi Risau
Narasumber : Lusiana
Kartu JKN di Dompet, Sakit Kini Tak Lagi Risau
Narasumber : Lusiana

Mamasa, Upeks.co.id – Manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya Lusiana, seorang warga Desa Matuyu Malabo, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Berkat memiliki kartu JKN-KIS, ibu dua anak ini merasa tak lagi merisaukan tingginya biaya perawatan yang harus ditanggung, terlebih apabila menggunakan jalur pasien umum.

“Saya sudah beberapa kali menggunakan layanan JKN-KIS saat bersalin dan memang tidak khawatir sama sekali mengenai biaya yang harus dikeluarkan. Sehingga tidak lagi kepikiran soal biaya, hanya fokus memikirkan bagaimana melahirkan dengan selamat,” ungkapnya saat ditemui tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Mamasa, Jumat (16/10).

Bacaan Lainnya

Menurut wanita yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di Rumah Sakit Kondo Sapata ini, keberadaan Program JKN-KIS sangat membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.

“Karena setahu saya, dulu masyarakat sangat takut mendatangi fasilitas kesehatan jika sakit dan lebih baik menggunakan tenaga dukun. Hal ini disebabkan mereka kekurangan uang untuk membayar biaya pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Namun, sekarang dengan adanya Program JKN-KIS ini tingkat kesehatan masyarakat semakin membaik karena tidak lagi menyembunyikan penyakitnya tetapi langsung memeriksakan kesehatannya jika mengalami gangguan. Sebagai petugas kesehatan, Lusiana pun sering menyampaikan kepada keluarga pasien agar mereka memiliki kartu JKN-KIS.

“Menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau mendaftar mandiri pun sama saja, kita tidak akan rugi menjadi peserta JKN-KIS. Karena meskipun kita sehat, berarti kita membayar iuran untuk membantu orang lain yang membutuhkan,” ungkap Lusiana.

Lusiana juga mengimbau untuk semua peserta agar memastikan pembayaran iuran JKN KIS-nya secara tepat waktu, agar tidak mengalami kendala jika mengakses pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit.

“Jangan sudah sakit atau sudah mau berobat baru sadar kalau kartunya tidak aktif. Setelah diaktifkan kena denda lagi, akhirnya merasa terbebani dan merasa berat mengenai pembayarannya,” terangnya.

Menurutnya, jaminan kesehatan yang selalu ada pada saat dibutuhkan menjadi penting ketika peserta mengalami sakit. Sakit yang datang ke manusia pun tidak dapat diperkirakan sebelumnya dan seringkali datang secara tiba-tiba. Hal inilah yang membuat Lusiana yakin dan tenang telah menjadi peserta JKN-KIS. (Jamkesnews)

Pos terkait