JKN-KIS Bantu Salija Jalani Hidup dengan Semangat

  • Whatsapp
JKN-KIS Bantu Salija Jalani Hidup dengan Semangat

Bulukumba, Upeks.co.id – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama penyakit kencing manis. Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor keturunan, pengaruh lingkungan hingga gaya hidup tidak sehat. Salah satu peserta JKN-KIS yang ditemui oleh tim Jamkesnews, Salija (91), merupakan seorang ibu rumah tangga yang didiagnosa menyandang diabetes melitus tipe II oleh dokter di rumah sakit.

“Sewaktu saya masih muda saya perempuan yang cukup aktif. Juga, saya sangat menjaga pola makan dan kegiatan yang paling saya gemari adalah berolahraga. Namun setelah semakin tua, aktivitas sudah sangat terbatas, olahraga pun sudah hampir tidak pernah saya lakukan lagi, banyak sekali pantangan makanan yang saya langgar, hingga di usia sekarang ini selain diabetes melitus saya juga didiagnosa dokter mengidap hipertensi,” ujar Salija, Senin (30/11).

Bacaan Lainnya

Awalnya Salija sempat tidak percaya, sehingga ia tidak mau melanjutkan pengobatannya. Ia enggan memikirkan harus berobat setiap bulan ke dokter sebagai peserta JKN-KIS, harus mengantri, belum lagi biaya yang harus dia siapkan jika harus membayar dan kekhawatiran lainnya. Tetapi berkat masukan dari keluaraga dan edukasi dari dokter, Salija pun memutuskan untuk berobat secara rutin.

Selama menjalani pengobatannya sampai dengan saat ini, Salija tidak pernah sekalipun mengalami kesulitan sebagai peserta JKN-KIS. Kekhawatiran yang dulunya sempat terpikirkan olehnya, tidak pernah dialaminya. Pelayanan yang diterimanya selama menggunakan kartu JKN-KIS sangat baik, bahkan Salija meraskan manfaat lainnya selain pengobatan yaitu edukasi tentang penyakit diabetes melitus dan sesekali mengikuti senam bersama. Hal ini membuatnya semakin semangat menjalani hari-harinya.

“Sampai saat ini saya masih berumur panjang dan bahagia, berobat menggunakan kartu JKN-KIS tidak ada yang sulit dan tidak ada hambatan selama kita ikuti prosedurnya. Semoga manfaat yang saya rasakan dapat pula dirasakan oleh masyarakat luas lainnya,” ujar Salija.(Jamkesnews )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *