Huawei Indonesia Raih Penghargaan Most Interactive Booth

  • Whatsapp
Huawei Indonesia Raih Penghargaan Most Interactive Booth
MAKASSAR, UPEKS.co.id– Gelaran Inovasi Indonesia AI Summit 2020 ditutup secara resmi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza pada Jumat sore (13/11/2020).
Usai penutupan konferensi tingkat tinggi kecerdasan artifisial pertama dan terbesar di tanah air, yang mendapat kunjungan dari lebih 22.600 orang itu, Huawei Indonesia meraih penghargaan untuk kategori “Most Interactive Booth”.
Selain membangun booth virtual interaktif, Huawei juga memperkenalkan platform mutakhir the Intelligent Twins. Dengan berbasis pada the Intelligent Twins, baik pelanggan maupun mitra Huawei dari berbagai sektor di Indonesia, dapat membangun solusi-solusi cerdas guna mendukung akselerasi transformasi di bidang kecerdasan, serta mengantisipasi beragam skenario pemanfaatan teknologi kecerdasan.
Selain sebagai wujud komitmen jangka panjang Huawei dalam mendukung kemajuan TIK Indonesia, kehadiran platform mutakhir dari Huawei ini disampaikan sebagai dukungan terhadap semangat sinergitas, dan inovasi yang diusung oleh penyelenggara Inovasi Indonesia AI Summit 2020.
Vice President Huawei Cloud & AI Business Group, Joy Huang, dalam paparannya yang bertema ‘Building All-Scenario Intelligence with Intelligent Twins’ mengatakan, saat ini industri sedang bertransformasi dari go cloud menjadi go intelligent.
“Inovasi AI tidak lagi terbatas pada satu skenario tunggal. Adapun tren yang berlaku sekarang adalah bagaimana kecerdasan artifisial mampu mengantisipasi semua skenario,” katanya.
Menurutnya, intelligent twins mendayagunakan cloud sebagai fondasi dan kecerdasan artisifisial sebagai intinya. Melalui kolaborasi di seluruh cloud, jaringan, edge, dan perangkat, intelligent twins memungkinkan sistem terbuka yang cerdas mampu melakukan persepsi semua dimensi, kolaborasi semua domain, penilaian yang tepat, dan evolusi berkelanjutan, serta mampu memberikan pengalaman cerdas bagi masyarakat, kota dan tatakelolanya, dan perusahaan di semua skenario.
Berfondasikan pada Intelligent Twins, Huawei akan berkolaborasi bersama mitra-mitranya dalam mempercepat terlaksananya pembaruan teknologi kecerdasan di sektor bisnis maupun pemerintahan, dalam perluasan jangkauan pasar, serta turut mendukung peningkatan-peningkatan pada pengadopsian di lini industri software maupun layanan.
Selain itu, langkah ini diharapkan akan dapat membuka seluruh potensi pasar blue ocean di industri komputasi edge. “Huawei percaya bahwa basis cloud hybrid, pemberdayaan kecerdasan artifisial dan ekosistem terbuka adalah tiga kunci untuk membangun Intelligent Twins yang tangguh. Di dalam Intelligent Twins, Cloud dan kecerdasan artifisial adalah teknologi yang penting untuk hub yang cerdas,” jelasnya.
Sejauh ini, Huawei dan mitranya telah menghadirkan Intelligent Twins di lebih dari 600 proyek, dan mengembangkannya ke berbagai industri, seperti pemerintah dan utilitas publik, transportasi, industri, energi, keuangan, perawatan kesehatan, dan penelitian ilmiah.
Sementara Hammam Riza, menjelaskan BPPT saat ini sedang mengembangkan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (AI). Pusat inovasi AI tersebut diharapkan dapat mendukung Indonesia menjadi negara maju, adil dan makmur yang didorong oleh inovasi, dan makin kompetitif ditengah persaingan era industri 4.0 dan digitalisasi saat ini.
“Tujuan dari Inovasi Indonesia AI Summit 2020 antara lain adalah menunjukkan pada masyarakat dunia tentang kemampuan produk Inovasi Indonesia dalam kecerdasan artifisial, serta mendapatkan informasi perkembangan global keilmuan kecerdasan artifisial dengan menghadirkan pembicara dari mancanegara. Konferensi ini juga diselenggarakan untuk memperoleh peta kekuatan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia dan mensosialisasikan dokumen Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045, serta untuk memperoleh berbagai masukan untuk penyempurnaan dokumen Strategi nasional Kecerdasan Artifisial. Untuk itu, kami memberikan apresiasi atas partisipasi dan kontribusi Huawei Indonesia dalam turut memberikan edukasi tentang inovasi terbaru berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkannya yang bermanfaat dalam makin memahami pemberdayaan kecerdasan artifisial untuk kepentingan strategis,” pungkasnya.
Bambang P.S. Brodjonegoro, selaku Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, menyampaikan bahwa peran teknologi sangat penting untuk mewujudkan visi Indonesia pada tahun 2045, yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi.
Menristek/Kepala BRIN yang dijuluki Menteri Inovasi ini, juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, agar pemanfaatan Kecerdasan Artifisial lebih optimal dan sejalan dengan rencana pembangunan. (*)

Pos terkait