Bupati Tepis Tudingan Yang Menyebut Dirinya Menguasai Lahan Milik Negara

  • Whatsapp
Bupati Tepis Tudingan Yang Menyebut Dirinya Menguasai Lahan Milik Negara

ENREKANG, UPEKS.co.id –Bupati Enrekang, H. Muslimin Bando menepis tudingan yang menyebutkan jika dirinya menguasai puluhan hektar lahan milik Negara atau lahan milik PTPN yang terletak di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang seperti yang dituduhkan Media dan beberapa LSM.

Untuk itu dirinya perlu meluruskan jika keberadaannya di lokasi PTPN atas pengetahuan pihak PTPN dan bukan bermaksud  menguasai lahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal ini dikatakan Muslimin Bando saat ditemui Upeks di Rujab Bupati Enrekang, Selasa (10/11/2020).

“Kalau ada yang berpendapat bahwa saya menguasai lahan milik Negara, ini perlu diluruskan. Semua orang tahu sejak  tahun 2007 saya sudah masuk dilokasi kawasan ex somel, na ketika saya tinggalkan itu menjadi sarang babi. Saat pandemi Covid-19 ini saya masuk lagi mengolah dan menggarap lahan itu,” kata Muslimin Bando.

Bupati mrnjelaskan, dirinya masuk di lokasi PTPN itu atas pengetahuan dan ijin pihak PTPN. Bukan dia saja, tapi Bupati juga minta siapa saja bisa masuk menggarap dilahan ini dan berkebun tanaman jangka pendek.

” Tapi buka berarti saya mau menguasai. Banyak keuntungannya kalau kita yang garap lahan ini, selain kita membuka lahan tidur sehingga gulma yang ada di dalam bisa mati sambil menunggu pohon kepala sawit tumbuh. Jadi pihak PTPN tidak perlu lagi melakukan penyemprotan untuk membunuh gulma dan rumput lain yang tumbuh disitu”. Pungkasnya.

Bupati mengatakan siapapun yang ingin bertani jangka pendek silahkan ke PTPN. Kita bantu PTPN untuk membuka lahan dengan menanam tanaman jangka pendek. Keuntungannya adalah pupuk yang kita tebar juga akan merembes ke kelapa sawit.

“Di samping kita membantu membunuh rumput yang tumbuh liar kita juga membantu petani untuk berpenghasilan. Jika dikatakan saya memanfaatkan masyarakat untuk menggarap lahan pertanian itu tidak benar. Justru saya membantu masyarakat untuk berpenghasilan ganda, dilain sisi dia bertani, panen sendiri, hasilnya dijual dan diambil sendiri dan juga kita pekerjakan mereka untuk pengelolaan lahan. Dan mereka mendapat upah dari situ”. Kata mantan loper koran ini.

Bupati mengatakan yang mengelola lahan PTPN tersebut adalah atas nama pribadi masing-masing, bukan atas nama pejabat apalagi atas nama OPD sehingga hasilnya tentu masuk ke kantong masing-masing. Tidak masuk ke kas daerah.

” Yang masuk menggarap lahan itu bukan OPD, tapi pribadi masing-masing, mereka ongkosi sendiri dan garap sendiri. Jadi kalau ada anggapan yang mengatakan ini hanya akal-akalan saya saja yang menuding akan saya rubah nantinya menjadi milik pribadi itu namanya memfitnah. Saya ini sudah tua dan saya sangat tau aturan. Tidak mungkin saya mengambil lahan milik Negara menjadi lahan pribadi”. Tutupnya.

Untuk itu Muslimin Bando meminta kepada semua pihak untuk melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum melemparkan tudingan

 Karena Bupati takut jika tuduhan itu nantinya akan menjadi fitnah dan mengundang kebencian pada Pribadi Bupati dan Pemkab Enrekang. (Sry).

Pos terkait