PARIWARA

Bersama Mengawal Keberlanjutan Program JKN-KIS

Bersama Mengawal Keberlanjutan Program JKN-KIS

Ambon, Upeks.co.id – BPJS Kesehatan menggelar Media Workshop selama dua hari, Kamis-Jumat (22-23/10) secara virtual. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 700 media massa baik nasional maupun daerah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Workshop kali ini kita menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten dibidangnya sehingga teman-teman media dapat mendapatkan informasi yang sama dan jelas seputar Program JKN-KIS,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Rumondang Pakpahan di sela-sela workshop di Ambon, Kamis (22/10).

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti Staf Khusus Menteri Keuangan RI Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo, Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya Pusat, Adang Bachtiar, Chief of Party USAID Health Financing Activity, Hasbullah Thabrany dan Kasatgas Direktorat Penelitian dan Pengembangan, Kedeputian Pencegahan KPK, Kunto Ariawan, dan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio.

Pada tahun 2020 pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yang salah satu kebijakannya menyoal penyesuaian iuran JKN-KIS. Stafsus Menteri Keuangan RI, Yustinus Prastowo menjelaskan bahwa terbitnya Perpres tersebut adalah salah satu upaya pemerintah untuk membangun ekosistem Program JKN-KIS yang sehat dan berkesinambungan.

“Saat ini terjadi kesenjangan antara iuran dengan manfaat yang komprehensif. Sehingga untuk kesinambungan program perlu perbaikan ekosistem dengan mempertimbangkan tiga hal, pertama adalah penguatan JKN-KIS sebagai skema asuransi sosial yang bersifat wajib, kedua adalah manfaat yang dijamin adalah kebutuhan dasar kesehatan dengan kelas rawat inap yang standar, dan yang ketiga adalah reviu iuran, manfaat, dan tarif layanan secara konsisten dan regular,” paparnya.

Kasatgas KPK, Kunto Ariawan menambahkan bahwa dalam menjaga kesinambungan Program JKN-KIS, pemerintah tidak bisa sendiri, peran media pun sangat penting dalam membangun pemahaman mengenai Program JKN-KIS serta potensi kecurangan yang ada di dalamnya kepada masyarakat.

“Kita juga membutuhkan peran dari teman-teman media untuk membangun pemahaman mengenai Program JKN-KIS dan potensi kecurangan yang ada di dalamnya. Agar kita dapat bersama mengawal pelaksanaan program ini agar berkesinambungan,” imbuh Kunto. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top