Appi-Rahman Desak Debat Tidak Lagi di Jakarta

  • Whatsapp
Appi-Rahman Desak Debat Tidak Lagi di Jakarta

 

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tim pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak lagi menggelar debat kedua di Jakarta. Pertimbangan keamanan.

Bacaan Lainnya

“Insiden penikaman pada debat pertama menjadi acuan debat kedua jangan lagi digelar di luar Kota Makassar,” papar Juru Bicara Tim Appi-Rahman, Fadli Noor di Novotel, Rabu (11/11/2020) kemarin.

Menurut Fadli, insiden penikaman terhadap tim sukses (timses) Appi-Rahman menandakan jika KPU tidak siap menggelar debat. Untuk itu, Erwin Aksa selaku Ketua Tim Appi-Raham melayangkan surat ke KPU dan tembusan ke Bawaslu, Polda Sulsel, serta Polda Metro Jaya.

“Surat tersebut sekaitan evaluasi pelaksanaan debat pertama. Intinya, kami mendesak KPU membenahi koordinasi dengan aparat keamanan guna kelancaran debat,” sebut Fadli.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel ini lebih jauh mengemukakan bahwa demi menghindari insiden serupa KPU dan Bawaslu harus melarang pengumpulan massa pasangan calon di area debat.

“Kami juga meminta KPU berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk pengamanan debat kandidat selanjutnya. Termasuk Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin keramaian kegiatan debat dari luar DKI Jakarta,” tegasnya.

Selain persoalan keamanan, lanjut Fadli, tim Appi-Rahman juga meminta KPU membenahi durasi tanggapan atau jawaban dari satu paslon minimal 45 detik setiap satu pertanyaan.

“Pengalaman debat pertama, durasi tanggapan hanya 30 detik. Padahal ada tiga pertanyaan paslon yang harus ditanggapi,” sebut Fadli.

“Imbasnya, apa yang disampaikan masing-masing kandidat tidak detail dan mengena. Tentunya, ini membingungkan masyarakat karena jawaban yang diberikan ada yang bias,” tutup Fadli.

Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar mengaku baru mengecek surat yang dilayangkan tim Appi-Rahman. “Nanti kami cek, karena sebagian besar komisioner ada di luar kota. Ada yang bimtek, ada juga yang mengurus pencetakan surat suara,” terangnya.

Menurut Gunawan dalam menetapkan format, durasi, hingga tempat debat, KPU Makassar mempertimbangan banyak aspek, bukan hanya satu aspek saja. Sehingga secara tehnikal dapat, kelancaran dan kesuksesan debat bisa tercapai.

“Tapi nanti akan kami cek apakah suratnya sudah masuk atau tidak. Jika sudah masuk, tentu akan kami bahas sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk debat berikutnya,” ujarnya. (jir/mah)


Kirim dari Fast Notepad

Pos terkait