Terdampak Covid-19, APBD Majene 2021 Anjlok,  Diprediksi Berkurang Rp 45 M

  • Whatsapp
Terdampak Covid-19, APBD Majene 2021 Anjlok,  Diprediksi Berkurang Rp 45 M

MAJENE, UPEKS.co.id—Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Kabupaten Majene pada 2021 mengalami penurunan drastis. Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memprediksi untuk alokasi
dana APBD tahun 2021 mendatang mengalami defisit atau berkurang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Majene, Kasman
Kabil mengatakan hal itu dikarenakan dampak dari pandemi virus corona,
yang berimbas terhadap berkurangnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah
(PAD).

Bacaan Lainnya

“Dana transfer dari pemerintah pusat seperti, Dana Bagi Hasil (DBH),
Dana Insentif Daerah (DID) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) berkurang,
kemudian kalau kita perbandingkan dengan DAU tahun 2020, itu turun
sebesar Rp.45 miliar, kalau diperbandingkan dengan pengurangan
refocusing hanya naik antara Rp 2 hingga 3 miliar,”. sebut Kasman,
Kamis (8/10/2020).

Kasman juga menjelaskan, dengan adanya pengurangan APBD 2021, tentunya
akan berpengaruh terhadap pagu anggaran disetiap OPD yang diajukan.
Untuk saat ini pihaknya akan melakukan menyesuaian anggaran sebelum
dibahas di DPRD.

“Karena terjadi pengurangan, kita akan melakukan menyesuain kembali
pagu di setiap OPD, setelah itu baru kita bahas di DPRD dan kita
target RAPBD tahun 2021 disahkan paling lambat sebelum 30 November
2020,”katanya.

Ia juga menyebutkan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah, besaran
APBD Kabupaten Majene tahun 2021 akan mengalami defisit, yang
diprediksi mencapai Rp 45 miliar,”Defisit APBD kita tahun 2021 turun
Rp 45 miliar,” pungkasnya. (Alimukhtar).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *