PARIWARA

Sejak Ada Program JKN-KIS, Tak Lagi Khawatir Biaya Berobat

Narasumber : I Nyoman

Mamuju, Upeks.co.id – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, salah satunya I Nyoman (70). Warga Desa Gunung Sari Kabupaten Pasangkayu ini mengaku bukan sekedar mendapatkan kemudahan dalam pelayanan saja, akan tetapi terkait pembiayaan saat berobat pun ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN-KIS.

I Nyoman menceritakan pengalamannya terbantu ketika berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjutan (FKTRL) dengan menggunakan kartu JKN-KIS, saat dirinya harus melakukan penanganan intensif di poli interna.

“Saya sudah lebih dari 10 tahun saya mengidap diabetes melitus, dan saya sering berobat untuk mengontrol kesehatan yang terkadang mengalami gula darah naik,” kata I Nyoman, Senin (28/09).

Ia mengaku awalnya tidak menyangka bahwa Program JKN-KIS akan menanggung semua biaya kontrol pengobatan penyakit yang dideritanya, namun ternyata semua dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Pertama saya ragu kalau biaya kontrol dan pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ternyata saat saya terpaksa untuk rawat inap pun seluruh biayanya semuanya ditanggung oleh Program JKN-KIS. Jadi saya tidak mengeluarkan biaya apapun,” ujar I Nyoman.

Demi menjaga kesehatannya di usia tua, ia terus bersemangat untuk menjalani kontrol kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasangkayu.

“Saya merasa bahwa adanya Program JKN-KIS ini, sangatlah memudahkan saya untuk mendapat jaminan kesehatan. Dengan hanya membayarkan iuran yang cukup terjangkau setiap bulannya, saya sudah mendapat fasilitas kesehatan yang memadai,” ungkapnya I nyoman dengan bahagia.

I Nyoman merupakan peserta Program JKN-KIS segmen Bukan Penerima Upah (PBPU) Kelas III atau peserta mandiri. Ia tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan akan hadirnya Program JKN-KIS ini.

“Saya dan keluarga mendapatkan jaminan kesehatan yang terjangkau dan tanpa adanya diskriminasi pelayanan kesehatan, baik Puskemas maupun rumah sakit,” senyum I Nyoman. (Jamkesnews)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top