Pemerintah dan BPJS Kesehatan Hadir untuk Aparat Desa

  • Whatsapp
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Hadir untuk Aparat Desa

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Hadir untuk Aparat Desa

Palopo, Upeks.co.id – Untuk memastikan masyarakat di Kabupaten Luwu, termasuk kepala desa dan perangkat desa, terlindungi JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Palopo menggelar sosialisasi terkait pendaftaran dan besaran iuran aparat desa kepada Kepala Desa se-Wilayah III Kabupaten Luwu di Kantor Kecamatan Walenrang, Rabu (16/09).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo Subkhan menyampaikan bahwa pendaftaran aparat desa sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) merupakan bentuk bantuan pemerintah kepada seluruh aparat desa yang sudah bekerja sebagai perpanjangan tangan pemerintah di wilayah desa.

“Seluruh aparat desa harap segera mendaftarkan dirinya sebagai peserta PPU karena iuran yang dibayarkan terbilang kecil namun sudah bisa meng-cover satu keluarga maksimal 5 orang. Daripada jika ada yang masih terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, iurannya lebih besar dan dikenakan per anggota keluarga,” ujar Subkhan.

Sebagai informasi, proporsi iuran yang dibayarkan untuk aparat desa adalah 4% ditanggung oleh pemerintah dan 1% ditanggung oleh aparat desa, di mana 1% itu berjumlah sekitar kurang lebih hanya Rp 20.000-an saja.

“Jika masih ada aparat desa yang sudah terdaftar sebelumnya sebagai peserta PBPU agar segera mengalihkan kepesertaannya menjadi peserta PPU sehingga tidak perlu lagi membayar iuran secara mandiri karena akan langsung dipotong dari gaji dan besarannya pun lebih kecil. Proses pengalihan kepesertaan cukup dengan menyiapkan berkas kartu keluarga, KTP dan SK aparat desa, selanjutnya akan dibantu oleh petugas kami,” terang Subkhan.

Dalam kesempatan itu pula Subkhan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengharapkan peran aparat desa dalam membantu masyarakatnya untuk ikut serta dalam Program JKN-KIS. BPJS Kesehatan pun akan meningkatkan intensitas pelayanan administrasi khususnya di wilayah desa dengan menghadirkan Mobile Costumer Service (MCS) yang akan berkeliling menyambangi seluruh desa di wilayah Kabupaten Luwu sehingga masyarakat tidak terkendala lagi oleh jarak untuk mendapatkan layanan administrasi.

“Kami menyadari Program JKN-KIS belum sepenuhnya berjalan sebagaimana mestinya namun terdapat peningkatan dalam proses berjalannya program ini. Peningkatan itu akan terus diupayakan termasuk melalui inovasi-inovasi yang terus dikembangkan,” kata Subkhan.

Plt. Kepala Dinas DPMD Kabupaten Luwu H. Bustan di kesempatan yang sama menyampaikan, semua desa yang ada di Kabupaten Luwu sudah disiplin melaporkan dan menyetorkan iuran 1% dari setiap aparat desa yang sudah terdaftar sebagai peserta PPU.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua desa yang ada di Kabupaten Luwu karena penyetoran iurannya lancar, tidak pernah ada yang menunggak. Sampai dengan bulan Agustus jumlah aparat desa se-Kabupaten Luwu yang sudah terdaftar adalah sebanyak 1.228 jiwa dengan anggota keluarga sebanyak 2.257 jiwa,” kata Bustan. (Jamkesnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *