PARIWARA

Pasca Banjir Bandang, Layanan Peserta PRB Tetap Berjalan

Pasca Banjir Bandang, Layanan Peserta PRB Tetap Berjalan

Masamba, Upeks.co.id – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Masamba dan Wilayah Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dan sekitarnya pada Senin, 13 Juli 2020 lalu mengakibatkan ratusan rumah warga diterjang luapan air yang membawa lumpur dan material. Bahkan, sejumlah warga dilaporkan ditemukan meninggal dan beberapa masih dilakukan pencarian.

“Kami menyampaikan rasa prihatin terhadap seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir. Kondisi tersebut pastinya juga berdampak pada pelayanan kesehatan di wilayah terdampak banjir bandang. Kami terus berkoordinasi dengan pemberi pelayanan kesehatan di daerah-daerah tersebut agar memberikan pelayanan terhadap peserta JKN-KIS semaksimal mungkin,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palopo, Subkhan, Selasa (21/07).

Pasca Banjir Bandang, Layanan Peserta PRB Tetap Berjalan

Sementara itu saat ditemui oleh tim Jamkesnews, pengelola Apotek Kimia Farma Rubiati mengatakan bahwa operasional di apotiknya tetap berjalan meskipun sedang berada di tengah bencana.

“Pelayanan kami tidak boleh terhenti. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan peserta JKN-KIS, termasuk peserta Pelayanan Rujuk Balik (PRB),” tegasnya

PRB merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan dalam jangka panjang seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), epilepsy, skizofren, stroke, Sindroma Lupus Eritematous (SLE) dan penyakit kronis lainnya, sehingga pengobatannya harus dilakukan secara terus menerus dan jangka panjang.

“Peserta berkunjung ke FKTP dengan membawa resep dan kartu JKN-KIS, maka FKTP akan dibuatkan data kunjungan. Selanjutnya peserta dapat berkunjung ke apotek PRB untuk mengambil obat PRB. Bila pasien terdampak bencana, kartu JKN-KIS dapat menggunakan kartu digital yang ada di aplikasi Mobile JKN. Sedangkan untuk resep DPJP yang hilang, dapat dibuatkan kembali oleh dokter FKTP berdasarkan data FKTP, sehingga pasien PRB tetap mendapatkan pelayanan,” jelas Rubi. (Jamkesnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top