Letakkan Batu Pertama PAUD Percontohan, Ini Harapan Muslimin Bando

  • Whatsapp
Letakkan Batu Pertama PAUD Percontohan, Ini Harapan Muslimin Bando

Letakkan Batu Pertama PAUD Percontohan, Ini Harapan Muslimin Bando

ENREKANG, UPEKS.co.id — Bupati Enrekang H. Muslimin Bando melakukan peletakan batu pertama  pembangunan PAUD Percontohan yang terletak di area pembangunan terminal baru di Seputar Sungai Saddang,  Kelurahan, Juppandang Kecamatan Enrekang, Kamis (15/10/2020).

Bacaan Lainnya

Hadir mendampingi, Kadis Pendidikan, Kepala Bappeda Litbang, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Litbang  dan Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan Enrekang, Gunawan Rasyid mengatakan Gedung PAUD yang  dibangun di lahan 28,2x 24 meter atau sekitar 630 meter persegi ini menggunakan APBN kurang lebih 1 miliar dari  Kementerian Pendidikan RI tahun 2020.

Gunawan mengatakan, anggaran itu akan digunakan bangun 3 ruang kelas,1 ruang guru, WC 8 buah dengan  rincian 6 WC untuk siswa,1 untuk guru dan 1 untuk Difabel, UKS 1buah, Aula Terbuka untuk rapat, dapur, Perpustakaan,gudang dan ruang penjaga dan Mobiler.

Sementara itu, Bupati Muslimin Bando mengatakan lokasi yang awalnya akan dibangun terminal itu bukan dialihfungsikan karena lahan itu sangat luas dan PAUD yang akan dibangun hanya akan menggunakan lokasi yang  tidak seberapa.

”Jadi begini, kemarin itu kita rencanakan bangun PAUD di Taman Bermain, tetapi ketika dilakukan peninjauan oleh  perencana PUAD Pusat ternyata sudah ada PAUD disekitar Taman bermain. Jadi agar tidak tumpang tindih kita  carikan area untuk pemerataan pendidikan anak usia dini kita pilih area Seputar Sungai Saddang atau yang  dikenal dengan nama Swiss karena selama ini anak-anak usia dini belajar sangat jauh” kata Muslimin Bando.

Dia mengatakan selain PAUD masih akan banyak komponen yang akan dibangun di area SWISS untuk  menunjang Destinasi Wisata yang telah dibangun sebelumnya.

” Kita berharap dengan adanya PAUD disana, anak-anak bisa belajar sambil melihat yang indah-indah. Kalau  anak kita di usia dini ditempatkan dibelakang, bagaimana masa depan anak-anak kita kelak. Kalau saya disuruh memilih ada Perguruan tinggi dan PAUD yang akan dibangun di satu tempat, saya memilih membangun PAUD  ditempatkan di depan dan Perguruan Tinggi di belakang” ujar mantan guru ini. (Sry).

Pos terkait