ENREKANG,UPEKS.co.id — Ciri khasnya yang selalu memakai topi ala Koboy membuat Bupati Enrekang mendapat julukan baru dari Ketua TP PKK Provinsi Sulsel Nyonya Ir. Hj. Leistiaty F Nurdin, M.fish. Ketua TP PKK Provinsi Sulsel menyebut Muslimin Bando sebagai Bupati Koboy.
Hal ini disampaikan istri Gubernur Sulsel saat berkunjung ke Lokasi Kawasan Industri Maiwa (KIWA) dalam rangka menghadiri dan membuka Pelatihan Pengembangan SDM Pengolahan Saus Tomat dan Bon Cabai.
Kegiatan dirangkaikan penyerahan bantuan Prototype alat/mesin kepada pelaku IKM yang ada di Enrekang,Luwu dan Toraja.
“Saya menyebutnya sebagai Bupati Koboy karena itu ciri khas dia dan satu-satunya Bupati di Sulawesi Selatan yang seperti itu hanya Bupati Enrekang. Kemana-mana pasti ditemani topi Koboy. Jadi kalau foto bersama para Bupati dengan Bapak(Gubernur-red) saya tetap bisa mengenali kalau dia Bupati Enrekang karena topinya”. Kata Ibu Leistiaty.
Hanya saja menurut Ibu Leistiaty warna kulit Muslimin Bando sekarang agak gelap dibanding sebelumnya.
“Ternyata Bupati selama Covid-19 menjadi petani. Saya salut dan bangga karena dimasa sulit ini Bupati dan Ibu aktif turun lapangan memberi semangat dan membimbing para petani”. Ujarnya.
Dia juga mengagumi kinerja Bupati Enrekang selama masa pandemi Covid-19. Muslimin Bando selama ini lebih sering menetap di Kecamatan Maiwa membuka lahan pertanian yang selama ini dibiarkan tak produktif oleh pemiliknya bahkan ditinggal begitu saja.
Diketahui Bupati Enrekang selama masa pandemi Covid-19 mengalihkan sebagian besar kegiatannya di Kawasan Industri Maiwa dengan tujuan berinteraksi dengan petani secara langsung. Selama ini Bupati juga membuka ribuan hektar lahan tidur milik petani dan menanami lokasi tersebut dengan berbagai tanaman Palawija seperti Ubi Jalar, Porang,Keladi Tikus dan Cabai S2.
Selain itu, Bupati juga beternak ayam dan memelihara ratusan ribu ekor ikan air tawar.
” Saya mencoba mengedukasi para petani di Maiwa bahwa disini semua jenis tanaman bisa tumbuh asal dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Itulah sebabnya selama masa pandemi Covid-19 ini saya lebih sering disini agar petani bisa merubah pola pikirnya dengan melihat langsung saya bertani”. Kata Bupati. (Sry)




