Kebijakan Baru Periksa Kandungan di RSIA Ananda Makassar Selama Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Kebijakan Baru Periksa Kandungan di RSIA Ananda Makassar Selama Pandemi Covid-19

 

Penulis: Firdasari Bustamin
(Mahasiswa Program Magister Fakultas Kedokteran Gigi Unhas tahun 2020)

Bacaan Lainnya

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Masuknya pandemi virus covid-19 di Indonesia mengakibatkan masyarakat was-was mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan, baik yang bergejala maupun pemeriksaan secara rutin.

Karena penyebaran virus yang begitu cepat dan masalah yang ditimbulkan jika terinfeks sungguh sangat berbahaya. Jika merasa sakit, masyarakat yang biasanya akan langsung mengunjungi pelayanan kesehatan seperti puskesmas ataupun rumah sakit akan menunda kunjungannya karena alasan menghindari penularan ataupun karena aturan dari pelayanan kesehatan yang berubah dan makin ketat.

Seperti dengan adanya surat edaran Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/III/2878/2020 tentang Kesiapsiagaan Rumah Sakit Rujukan dalam Penanganan Rujukan Maternal dan Neonatal Dengan COVID-19, yang dikeluarkan karena banyaknya kasus COVID-19 baik kasus konfirmasi, suspek, maupun probable di kalangan ibu hamil yang mempunyai resiko menderita COVID-19.

Dengan adanya aturan tersebut yang membahas tentang standar pelayanan rumah sakit rujukan, maka beberapa rumah sakit bersalin mempunyai aturan tambahan tersendiri dalam berupaya mencegah penyebaran virus COVID-19.

Salah satunya di RSIA Ananda yang terletak di Jl Andi Djemma Makassar yang mulai beroperasi kurang lebih lima tahun terakhir ini memiliki kebijakan baru yang berbeda dari RSIA lainnya.

Ketika RSIA lainnya memperbolehkan pasien ibu hamil yang memeriksakan kandungan rutin tiap bulannya ditemani oleh pengantar seperti suami, orang tua, teman atau keluarga lainnya, RSIA Ananda tidak mengizinkan hal tersebut.

Ibu hamil yang mau periksa atau konsultasi rutin hanya boleh menemui dokter seorang diri dan pengantar menunggu di luar gedung rumah sakit, hanya bisa menemani sampai tahap awal yaitu tahap screening yang terletak di ruangan outdoor di basement gedung parkir rumah sakit.

Selanjutnya, ibu hamil yang telah melalui proses anamnesis tentang riwayat kecurigaan terpapar COVID-19 dan pemeriksaan suhu badan lalu dianggap sehat, dipersilahkan seorang diri masuk ke gedung rumah sakit.

Hal ini tentu sangat memberatkan pihak pengantar. Misalnya seorang suami yang pastinya sangat ingin melihat langsung perkembangan janin anaknya harus dibatalkan karena aturan rumah sakit.

Tidak sedikit pasien hamil yang sudah memasuki trimester tiga mendekati HPL (Hari Perkiraan Hamil) susah membawa barang bawaan seorang diri menuju gedung tempat pemeriksaan melihat beban dari perutnya sudah sangat berat tanpa bantuan pengantar.

Tetapi ketika memasuki ruang tunggu ibu hamil sebelum bertemu dengan dokter, ruangan terasa sangat lowong dan sangat memungkinkan untuk jaga jarak antar pengunjung, serta terasa nyaman dan tenang. Kursi pengunjung diruangan tunggu telah ditandai mana yang boleh dan tidak untuk ditempati namun masih cukup bahkan lebih untuk menampung pasien ibu hamil.

Sehingga ibu hamil masih bisa mengatur jarak sesuai protokol yang telah ditetapkan. Dengan adanya aturan rumah sakit seperti ini maka sangat membantu mencegah penyebaran penyakit khususnya virus COVID-19 dimana menekankan salahsatu aturan adalah menjaga jarak.

Tidak menjadi kendala juga buat yang menunggu untuk tetap leluasa bergerak atau melangkah mengingat ibu hamil yang mendekati HPL sebaiknya memperbanyak langkahnya tidak hanya duduk diam karena ruangan tunggu sangat lowong dan nyaman karena minimnya pengunjung dari luar.

Jadi, untuk ibu hamil yang juga termasuk beresiko dalam penularan virus ini menjadi relatif aman ketika memeriksakan kandungannya di RSIA Ananda.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *