Kartu JKN-KIS Berhasil Sembuhkan Lasubu dari Gondok Beracun

  • Whatsapp
Kartu JKN-KIS Berhasil Sembuhkan Lasubu dari Gondok Beracun
Narasumber : Maryam, Peserta Segmen PBI APBN
Kartu JKN-KIS Berhasil Sembuhkan Lasubu dari Gondok Beracun
Narasumber : Maryam, Peserta Segmen PBI APBN

Parepare, Upeks.co.id – Hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sangat dirasakan manfaatnya oleh Lasubu (58) warga Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

“Saya merasa sangat tertolong saat saya harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena divonis oleh dokter mengalami gondok beracun dan harus segera dilakukan operasi,” ujar pria yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini kepada Jamkesnews, Jumat (11/09).

Bacaan Lainnya

Gondok beracun atau disebut juga toksik goiter adalah pembesaran kelenjar tiroid yang disertai adanya peningkatan produksi hormon tiroid melebihi ambang normal sehingga terjadi suatu keadaan hipertiroid.

“Awalnya mata saya bengkak, muntah bahkan sampai mengeluarkan darah  kemudian ada pembengkakan dileher dan sampai akhirnya saya harus dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare,” tutur Labusu.

Terdaftar sebagai peserta Segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Lasubu sangat bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS. Selama menjalani perawatan  tidak sedikit pun ia mengeluarkan biaya karena semuanya telah ditanggung oleh pemerintah pusat melalui kartu JKN-KIS, bahkan ia merasa tidak dibeda-bedakan saat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

“Untung ada Kartu JKN-KIS, selama saya menjalani perawatan karena penyakit gondok ini tidak sekalipun saya mengeluarkan biaya atau bisa dibilang gratis. Bahkan saat saya dirawat tidak ada perlakuan yang tidak adil atau dibedakan dengan peserta mandiri dari petugas di rumah sakit,” ucap Lasubu.

Ia mengatakan tak bisa membayangkan apabila ia tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Entah dari mana ia bisa mendapatkan uang karena biaya pelayanan kesehatan yang tinggi karena hasil taninya tak seberapa. Ia pun berharap program ini dapat terus bertahan, karena sangat bermanfaat dan dapat menolong perekonomian masyarakat yang tidak mampu.

“Semoga pemerintah tetap mempertahankan Program JKN-KIS ini, karena bagi masyarakat yang tidak mampu kepada siapa lagi akan menggantungkan harapan untuk membiayai pengobatan apabila sakit,” kata Lasubu. (Jamkesnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *